Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester 2025 untuk Kabupaten Paniai, Papua Tengah. Persentase penduduk miskin tahun ini tercatat 36,31 persen, turun sedikit sebesar 2,05 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin juga tercatat 63.260 jiwa, berkurang sebanyak 1.080 jiwa dari tahun 2024.
Dari catatan historis sejak 2004, persentase kemiskinan tertinggi Kabupaten Paniai tercatat pada tahun 2006 sebesar 52,45 persen. Angka terendah pernah dicapai pada tahun 2023 dengan nilai 35,39 persen. Selama 21 tahun pengamatan, posisi rank kabupaten ini selalu berada di 10 besar kabupaten dengan persentase kemiskinan tertinggi se-Indonesia, dan sejak tahun 2024 stabil di peringkat 5 nasional.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Tanah Bumbu | 2004 - 2025)
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir Kabupaten Paniai berada di angka 36,34 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 36,45 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi pernah terjadi tahun 2005 sebesar 5,36 persen, sedangkan penurunan terbesar tercatat pada tahun 2011 sebesar 14,47 persen.
Perbandingan Antar Kabupaten di Papua Tengah
Di wilayah Papua Tengah, terdapat 6 kabupaten dengan nilai persentase kemiskinan berdekatan dengan Kabupaten Paniai. Seluruh kabupaten dalam daftar ini mencatatkan penurunan persentase kemiskinan pada tahun 2025. Kabupaten Intan Jaya mencatatkan persentase kemiskinan tertinggi di grup ini sebesar 39,21 persen.
Kabupaten Deiyai
Berada di peringkat 3 nasional untuk persentase kemiskinan tertinggi, wilayah ini mencatatkan angka 37,29 persen dengan penurunan sebesar 4,41 persen pada tahun berjalan. Terdapat 29.840 jiwa penduduk yang masuk kategori miskin. Garis kemiskinan disini tercatat 817,17 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 17,01 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Dogiyai
Peringkat 14 secara nasional, persentase kemiskinan disini tercatat 29,34 persen dengan penurunan sebesar 2,30 persen tahun ini. Jumlah penduduk miskin mencapai 29.960 jiwa. Garis kemiskinan berada di angka 752,60 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita warga tercatat 13,57 juta rupiah setiap tahunnya.
(Baca: 9,36% Penduduk di Kabupaten Way Kanan Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Intan Jaya
Menempati peringkat 2 tertinggi nasional untuk persentase kemiskinan, angka disini mencapai 39,21 persen dengan penurunan 5,34 persen tahun ini. Penduduk miskin tercatat 21.370 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 980,00 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita warga hanya 10,64 juta rupiah per tahun, menjadi terendah kedua di grup ini.
Kabupaten Nabire
Dengan peringkat 41 secara nasional, persentase kemiskinan disini tercatat 22,65 persen dan turun sebesar 5,63 persen pada tahun 2025. Terdapat 34.180 jiwa penduduk miskin. Garis kemiskinan tercatat 884,60 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 91,10 juta rupiah per tahun, jauh tertinggi dibanding seluruh kabupaten lain di grup ini.
Kabupaten Puncak Jaya
Berada di peringkat 6 nasional, persentase kemiskinan tercatat 35,46 persen dengan penurunan sebesar 1,34 persen tahun ini. Jumlah penduduk miskin mencapai 48.850 jiwa. Garis kemiskinan disini sebesar 933,55 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita warga hanya 7,52 juta rupiah per tahun, terendah dari seluruh kabupaten dalam daftar ini.
Kabupaten Puncak
Menempati peringkat 4 nasional untuk persentase kemiskinan, angka disini tercatat 36,94 persen dengan penurunan sebesar 1,47 persen pada tahun berjalan. Terdapat 43.550 jiwa penduduk yang masuk kategori miskin. Garis kemiskinan sebesar 943,35 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 15,01 juta rupiah setiap tahun.