Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semesteran Kabupaten Paniai, Papua Tengah tahun 2025. Persentase penduduk miskin saat ini tercatat 36,31 persen, turun sedikit sebesar 2,05 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin juga turun 1.080 jiwa menjadi total 63.260 jiwa pada tahun berjalan.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Kudus | 2004 - 2025)
Dalam catatan historis sejak 2004, angka persentase kemiskinan Kabupaten Paniai pernah mencapai titik tertinggi 52,45 persen pada tahun 2006. Angka terendah tercatat pada tahun 2014 yaitu 36,07 persen. Sepanjang periode 20 tahun terakhir, posisi rank kemiskinan kabupaten ini secara konsisten berada di urutan 5 hingga 19 secara nasional. Saat ini Kabupaten Paniai menempati urutan ke 5 tertinggi kemiskinan se-Indonesia.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 36,36 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 36,47 persen. Pertumbuhan penurunan angka kemiskinan terbesar pernah tercatat minus 14,47 persen pada tahun 2011, sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada tahun 2005 sebesar 5,36 persen. Selama 2 tahun terakhir rank nasional wilayah ini menetap di urutan 5.
Kabupaten Deiyai
Berada pada urutan 3 tertinggi kemiskinan secara nasional, wilayah ini mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 37,29 persen dengan penurunan sebesar 4,41 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 29.840 jiwa. Garis kemiskinan berada pada angka 817,17 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 17,01 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan garis kemiskinan pada wilayah ini tumbuh 6,06 persen pada periode laporan.
Kabupaten Dogiyai
Dengan rank nasional nomor 14 untuk angka kemiskinan, wilayah ini mencatatkan 29,34 persen penduduk hidup di bawah garis kemiskinan. Angka ini turun sebesar 2,30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Terdapat 29.960 jiwa penduduk miskin di wilayah ini. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 752,60 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita penduduk tercatat 13,57 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Intan Jaya
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Bangka Barat | 2004 - 2025)
Menempati urutan kedua tertinggi kemiskinan seluruh Indonesia, persentase penduduk miskin di wilayah ini mencapai 39,21 persen. Angka ini turun sebesar 5,34 persen pada tahun laporan. Jumlah penduduk miskin tercatat 21.370 jiwa. Garis kemiskinan wilayah ini merupakan yang tertinggi diantara kelompok kabupaten ini sebesar 980,00 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita penduduk hanya tercatat 10,64 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Nabire
Merupakan wilayah dengan angka kemiskinan terendah di kelompok ini, yaitu sebesar 22,65 persen dengan rank nasional nomor 41. Angka kemiskinan turun sebesar 5,63 persen pada tahun terakhir. Terdapat 34.180 jiwa penduduk miskin di wilayah ini. Garis kemiskinan tercatat 884,60 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita penduduk di wilayah ini jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah sekitarnya yaitu sebesar 91,10 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Puncak Jaya
Berada di urutan 6 nasional untuk angka kemiskinan, wilayah ini mencatatkan persentase kemiskinan 35,46 persen dengan penurunan sebesar 1,34 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 48.850 jiwa. Garis kemiskinan ditetapkan 933,55 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita penduduk merupakan yang terendah di kelompok ini yaitu hanya 7,52 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Puncak
Menempati urutan ke 4 nasional angka kemiskinan, wilayah ini mencatatkan 36,94 persen penduduk hidup dibawah garis kemiskinan. Angka ini turun sebesar 1,47 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Terdapat 43.550 jiwa penduduk miskin yang tercatat. Garis kemiskinan berada pada angka 943,35 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita penduduk 15,01 juta rupiah per tahun.