Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung tahun 2025. Persentase penduduk miskin saat ini tercatat 2,92 persen, naik 0,33 poin dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan persentase kemiskinan wilayah ini mencapai 12,74 persen secara tahunan.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Lhokseumawe | 2004 - 2025)
Secara historis periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi pada tahun 2006 sebesar 9,17 persen. Titik terendah tercatat pada tahun 2022 sebesar 2,46 persen. Saat ini posisi persentase kemiskinan berada pada peringkat 504 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Selama 3 tahun terakhir, rata-rata persentase kemiskinan wilayah ini adalah 2,67 persen. Angka tahun 2025 lebih tinggi 0,25 poin dibanding rata-rata tersebut. Selama 5 tahun terakhir rata-rata persentase kemiskinan tercatat 2,68 persen, angka 2025 juga tercatat lebih tinggi dari rata-rata ini.
Kabupaten Bangka Selatan
Berada di peringkat 471 secara nasional untuk persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 4,17 persen. Terdapat 9.130 jiwa penduduk miskin di wilayah ini, dengan pertumbuhan persentase kemiskinan tahunan sebesar 11,50 persen. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 707,84 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita masyarakat mencapai 61,99 juta rupiah per tahun.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kalimantan Selatan 2015 - 2024)
Kabupaten Bangka
Peringkat 440 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, tercatat memiliki angka 4,71 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini mencapai 16.580 jiwa, menjadi jumlah tertinggi dibanding ketiga wilayah pembanding lain di provinsi ini. Garis kemiskinan sebesar 734,57 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 63,27 juta rupiah per tahun.
Kota Pangkal Pinang
Memiliki peringkat 449 secara nasional untuk persentase kemiskinan dengan nilai 4,50 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 9.990 jiwa, dengan pertumbuhan persentase kemiskinan tahunan 11,39 persen. Wilayah ini memiliki garis kemiskinan tertinggi di provinsi yaitu 956,99 ribu rupiah per kapita per bulan, sekaligus pendapatan per kapita tertinggi mencapai 87,21 juta rupiah per tahun.