Badan Pusat Statistik (BPS) mempublikasikan data kemiskinan Kota Lhokseumawe periode 2004-2025. Pada tahun 2025, persentase penduduk miskin di wilayah ini tercatat 9,01 persen. Angka ini turun 1,43 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 10,44 persen, dengan penurunan pertumbuhan sebesar 13,7 persen. Jumlah penduduk miskin saat ini tercatat 19.900 jiwa, berkurang 2.870 jiwa dibandingkan tahun 2024.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Indragiri Hilir | 2004 - 2025)
Data historis menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi di Kota Lhokseumawe terjadi pada tahun 2008 dengan nilai 15,87 persen. Tahun 2025 menjadi periode dengan persentase kemiskinan terendah sepanjang catatan 21 tahun terakhir. Pertumbuhan penurunan kemiskinan tercepat tercatat pada tahun 2025, sementara peningkatan kemiskinan tertinggi terjadi tahun 2008 sebesar 24,47 persen.
Ranking nasional Kota Lhokseumawe untuk persentase kemiskinan tahun 2025 berada di urutan 249 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Posisi ini bergeser turun 22 peringkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di urutan 227. Selama kurun waktu 2004-2024, posisi ranking wilayah ini selalu berada pada rentang 213 sampai 295 secara nasional.
Kabupaten Aceh Selatan
Berada pada ranking 227 nasional, wilayah ini mencatat persentase kemiskinan 9,89 persen dengan penurunan 17,72 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 25.390 jiwa, lebih banyak dibanding Kota Lhokseumawe. Garis kemiskinan berada di angka 538,17 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 32,87 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Aceh Tenggara
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kalimantan Tengah 2015 - 2024)
Menduduki posisi ranking 231 secara nasional, persentase kemiskinan di wilayah ini tercatat 9,78 persen dengan penurunan 18,43 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin berada di angka 22.520 jiwa. Garis kemiskinan tercatat 502,07 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita tahunan masyarakat sebesar 30,39 juta rupiah.
Kota Banda Aceh
Ranking 410 secara nasional, persentase kemiskinan wilayah ini merupakan yang terendah di kelompok perbandingan yaitu 5,45 persen dengan penurunan 21,58 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 15.870 jiwa. Garis kemiskinan mencapai 872,94 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita tahunan sebesar 104,26 juta rupiah.
Kabupaten Bireuen
Menduduki ranking 205 nasional, persentase kemiskinan tercatat 10,30 persen dengan penurunan 14,88 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini mencapai 51.600 jiwa, angka tertinggi di kelompok perbandingan. Garis kemiskinan tercatat 503,87 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 42,65 juta rupiah per tahun.
Kota Langsa
Berada pada ranking 266 secara nasional, wilayah ini mencatat persentase kemiskinan 8,59 persen dengan penurunan 16,84 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 16.280 jiwa. Garis kemiskinan berada di 554,36 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 38,41 juta rupiah per tahun.