Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester 2025 untuk Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Persentase penduduk miskin tercatat 4,95 persen, turun sebesar 12,54 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 35.970 jiwa, berkurang 5.080 jiwa dari periode sebelumnya.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kalimantan Tengah 2015 - 2024)
Rekam historis 2004-2025 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2004 sebesar 18,34 persen, sedangkan nilai terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Pada tahun 2021 sempat terjadi kenaikan persentase kemiskinan sebesar 4,22 persen, sebelum kembali mengalami penurunan hingga saat ini.
Secara peringkat nasional, Kabupaten Indragiri Hilir berada di urutan 429 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Selama 21 tahun pencatatan, peringkat wilayah ini terus bergeser dari urutan 183 pada tahun 2004, menunjukkan penanganan kemiskinan berjalan relatif lebih cepat dibanding sebagian besar wilayah lain di Indonesia.
Kabupaten Bengkalis
Berada di peringkat 377 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 6,08 persen dengan penurunan sebesar 4,40 persen tahun lalu. Terdapat 35.110 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan berada di 764,54 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita mencapai 292,06 juta rupiah per tahun.
Kota Dumai
Peringkat 502 nasional menjadikan wilayah ini salah satu dengan persentase kemiskinan terendah di Riau, dengan angka 3,08 persen dan hanya sedikit turun 1,91 persen tahun lalu. Tercatat 9.920 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan 654,14 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita 171,17 juta rupiah per tahun.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Mandailing Natal | 2004 - 2025)
Kabupaten Indragiri Hulu
Persentase kemiskinan tercatat 5,83 persen berada di peringkat 394 nasional, mengalami penurunan sebesar 3,16 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 26.880 jiwa, garis kemiskinan 673,98 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita sebesar 138,34 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Kampar
Wilayah ini mencatat persentase kemiskinan 6,29 persen pada peringkat 363 nasional, mengalami penurunan sebesar 9,10 persen tahun lalu. Terdapat 58.710 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan 600,39 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita tercatat 139,24 juta rupiah per tahun.
Kota Pekanbaru
Berada di peringkat 498 nasional, persentase kemiskinan tercatat 3,19 persen dan mengalami sedikit kenaikan sebesar 1,27 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 39.160 jiwa, garis kemiskinan 767,41 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita 178,02 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Siak
Persentase kemiskinan tercatat 4,40 persen berada di peringkat 456 nasional, mengalami penurunan sebesar 13,39 persen menjadi penurunan terbesar di antara wilayah pembanding Riau. Terdapat 23.500 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan 607,60 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita 268,74 juta rupiah per tahun.