Provinsi Jawa Tengah pada Februari 2026 mencatatkan volume ekspor total sebesar 281,46 ribu ton. Sedangkan untuk ekspor menurut kelompok barang kode SITC (Standard International Trade Classification) 03 ikan, kerang-kerangan, moluska dan olahannya, ekspor dari provinsi ini pada Februari 2026 tercatat turun menjadi 3,96 juta ton.
Turunnya nilai ekspor ini melanjutkan tren kondisi lima bulan terakhir yang sedang turun. Bank Indonesia (BI) melaporkan, volume ekspor bulanan pada Februari 2025 sebelumnya yang tercatat lebih tinggi yakni 6,22 juta ton.
(Baca: Provinsi Jawa Barat Ekspor US$32,41 Juta Olahan Bahan Plastik)
Jawa Tengah dalam rekap dokumen pabean impor mencatatkan 21 kelompok barang yang di ekspor dari provinsi ini. Barang-barang tersebut dikelompokkan dalam SITC 2 digit. Kelompok barang dengan volume ekspor tertinggi yakni volume ekspor SITC kode 66 barang-barang dari mineral bukanligam .
(Baca: Provinsi Nusa Tenggara Timur Ekspor 3,98 Juta Ton Barang Barang dari Mineral Bukanligam)
Data historis 13 bulan terakhir, ekspor dari Jawa Tengah dengan volume tertinggi pernah dicatatkan pada Oktober 2025 sebesar 10,82 juta ton dan terendahnya terjadi pada Februari 2026 dengan volume ekspor 3,96 juta ton.
Berikut ini adalah ekspor dari provinsi Jawa Tengah menurut kode SITC 2 digit dengan volume ekspor tertinggi per Februari 2026:
- SITC kode 66 barang-barang dari mineral bukanligam 87,72 juta ton
- SITC kode 63 barang-barang kayu dan gabus 54,33 juta ton
- SITC kode lain lain 46,12 juta ton
- SITC kode 62 barang-barang karet 34,92 juta ton
- SITC kode 24 kayu dan gabus 32,41 juta ton
- SITC kode 82 perabotan 13,78 juta ton
- SITC kode 84 pakaian 11,69 juta ton
- SITC kode 59 bahan kimia lainnya 11,12 juta ton
- SITC kode 65 benang tenun, kain tekstil dan hasil-hasilnya 10,89 juta ton
- SITC kode 89 hasil industri lainnya 8,53 juta ton