Nilai ekspor menurut kelompok barang kode SITC 58 olahan bahan plastik provinsi Jawa Barat pada Februari 2026 tercatat turun menjadi US$32,41 juta .
Turunnya nilai ekspor ini berkontribusi terhadap penurunan cadangan devisa dan nilai ekspor total yang sebelumnya dalam tren naik lima bulan terakhir. Menurut catatan Bank Indonesia (BI), pada periode yang sama tahun sebelumnya, ekspor dari provinsi ini tercatat US$33,42 juta .
(Baca: Jumlah Pengeluaran untuk Internet dan Warnet Kelompok Kelas Menengah Tertinggi Ada di Papua pada 2025)
Jawa Barat dalam rekap dokumen pabean impor mencatatkan 21 kelompok barang yang di ekspor dari provinsi ini. Barang-barang tersebut dikelompokkan dalam SITC 2 digit. Kelompok barang dengan jumlah ekspor tertinggi yakni ekspor barang dengan SITC kode 78 kendaraan bermotor untuk jalan raya .
(Baca: Harga Komoditas Nikel untuk Kontrak 3 Bulan ke Depan Pagi Hari Diperdagangkan US$19.385 /Ton (Jumat, 01 Mei 2026))
Data historis 29 bulan terakhir, ekspor dari Jawa Barat dengan jumlah tertinggi pernah dicatatkan pada Agustus 2024 sebesar US$39,83 juta dan terendahnya terjadi pada April 2024 dengan jumlah ekspor US$30,09 juta .
Berikut ini adalah ekspor dari provinsi Jawa Barat menurut kode SITC 2 digit dengan jumlah ekspor tertinggi per Februari 2026:
- SITC kode 78 kendaraan bermotor untuk jalan raya US$851,11 juta
- SITC kode lain lain US$710,16 juta
- SITC kode 77 mesin listrik, aparat dan alat-alatnya US$271,48 juta
- SITC kode 84 pakaian US$267,34 juta
- SITC kode 89 hasil industri lainnya US$176,5 juta
- SITC kode 76 alat telekomunikasi US$168,77 juta
- SITC kode 62 barang-barang karet US$113,56 juta
- SITC kode 65 benang tenun, kain tekstil dan hasil-hasilnya US$112,72 juta
- SITC kode 85 sepatu dan peralatan kaki lainnya US$111,16 juta
- SITC kode 75 mesin kantor dan pengolah data US$78,68 juta