Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara pada tahun 2025 sebesar 7,91 persen. Angka ini turun sebesar 0,78 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat 8,69 persen, dengan penurunan pertumbuhan sebesar 8,98 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 37.160 jiwa, berkurang 3.400 jiwa dari tahun 2024.
Dari catatan historis sepanjang 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2005 sebesar 21,50 persen. Angka terendah tercatat pada tahun 2025 ini, yaitu 7,91 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2015 sebesar 19,94 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2008 sebesar 22,84 persen. Saat ini wilayah ini berada pada peringkat 291 dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Bintan | 2004 - 2025)
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 8,49 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 8,77 persen. Angka tahun 2025 menunjukkan angka yang lebih rendah dari kedua rata-rata tersebut. Peringkat nasional wilayah ini sempat berada di urutan 150 pada tahun 2004, kemudian bergeser secara bertahap menuju urutan bawah sampai posisi saat ini.
Kabupaten Humbang Hasundutan
Berada di peringkat 294 se-Indonesia, wilayah ini mencatat persentase kemiskinan sebesar 7,80 persen dengan penurunan sedikit 7,58 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 15.620 jiwa, garis kemiskinan berada pada 503,77 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita masyarakat mencapai 42,16 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan pendapatan di wilayah ini tercatat 5,54 persen.
Kabupaten Labuhan Batu Utara
Peringkat 271 se-Indonesia menjadi posisi wilayah ini, dengan persentase kemiskinan 8,42 persen yang mengalami penurunan 6,24 persen pada periode terakhir. Terdapat 32.090 jiwa penduduk miskin di wilayah ini, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 629,87 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 95,50 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan tahunan sebesar 6,71 persen.
Kabupaten Labuhan Batu
(Baca: Keadaan Angkatan Kerja di Kabupaten Musi Rawas Utara pada 2024)
Wilayah ini menempati peringkat 309 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 7,37 persen yang turun 5,99 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 40.490 jiwa, garis kemiskinan berada pada nilai 575,41 ribu rupiah per kapita setiap bulannya. Pendapatan per kapita masyarakat di wilayah ini merupakan yang tertinggi di kelompok ini, yaitu 104,03 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Langkat
Menempati urutan 271 se-Indonesia, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan sebesar 8,42 persen dengan penurunan 6,86 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 90.280 jiwa, merupakan jumlah tertinggi dibandingkan seluruh kabupaten dalam kelompok perbandingan ini. Garis kemiskinan sebesar 528,07 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita mencapai 62,53 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Padang Lawas Utara
Peringkat 286 se-Indonesia ditempati wilayah ini, dengan persentase kemiskinan 8,04 persen yang mengalami penurunan terbesar yaitu 10,37 persen pada tahun terakhir. Terdapat 24.800 jiwa penduduk miskin di wilayah ini, garis kemiskinan tercatat 519,41 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 68,39 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 7,62 persen.
Kabupaten Tapanuli Utara
Berada di peringkat 307 secara nasional, wilayah ini mencatat persentase kemiskinan 7,47 persen yang turun 9,01 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 23.290 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 549,68 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat di wilayah ini tercatat 36,43 juta rupiah per tahun, merupakan nilai terendah di kelompok perbandingan ini.