Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Biak Numfor Naik 3,65% dalam 5 Tahun Terakhir
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Biak Numfor, Papua mencapai 34,26% pada 2025.
Angka tersebut naik 2,12% dari tahun sebelumnya sebesar 32,14%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 3,65%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Biak Numfor lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Biak Numfor yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 34,26% dari total penduduk.
Dibanding 8 kabupaten/kota lain di Provinsi Papua, PoU di Kabupaten Biak Numfor ada di urutan ke-6. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Jayapura (12,49%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Mamberamo Raya (59,17%).
Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Papua pada 2025.
- Kota Jayapura: 12,49%
- Kabupaten Jayapura: 23,38%
- Kabupaten Kepulauan Yapen: 30,31%
- Kabupaten Waropen: 33,62%
- Kabupaten Supiori: 34,01%
- Kabupaten Biak Numfor: 34,26%
- Kabupaten Sarmi: 35,73%
- Kabupaten Keerom: 39,89%
- Kabupaten Mamberamo Raya: 59,17%
(Baca: Segini Garis Kemiskinan Kabupaten dan Kota di NTT pada 2025)