Seorang siswa kelas empat sekolah dasar (SD) di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan bunuh diri pada Kamis (29/1/2026).
Berdasarkan informasi sementara olah tempat kejadian perkara (TKP) dan laporan awal, Polda NTT mengatakan korban mengakhiri hidup karena terlilit kebutuhan ekonomi.
Terkait kemiskinan, menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), garis kemiskinan di NTT pada Maret 2025 sebesar Rp549.607 per kapita per bulan.
(Baca: Persentase Penduduk Miskin Kabupaten dan Kota di NTT pada 2025)
Berdasarkan kabupaten/kota, Kota Kupang tercatat memiliki garis kemiskinan tertinggi di NTT dengan Rp794.609/kapita/bulan.
Sementara, terendah di Kabupaten Sumba Tengah dengan Rp397.817/kapita/bulan.
Adapun garis kemiskinan di Ngada, kabupaten asal anak SD tersebut, sebesar Rp510.269/kapita/bulan.
Berikut rincian garis kemiskinan berdasarkan kabupaten/kota di NTT per Maret 2025, menurut BPS:
- Kota Kupang: Rp794.609/kapita/bulan
- Sabu Raijua: Rp571.961/kapita/bulan
- Ende: Rp549.363/kapita/bulan
- Lembata: Rp538.773/kapita/bulan
- Nagekeo: Rp516.140/kapita/bulan
- Timor Tengah Utara: Rp516.059/kapita/bulan
- Sumba Barat Daya: Rp513.816/kapita/bulan
- Ngada: Rp510.269/kapita/bulan
- Kupang: Rp504.863/kapita/bulan
- Malaka: Rp494.018/kapita/bulan
- Belu: Rp490.904/kapita/bulan
- Manggarai Timur: Rp485.247/kapita/bulan
- Sumba Timur: Rp481.754/kapita/bulan
- Manggarai Barat: Rp477.226/kapita/bulan
- Manggarai: Rp472.888/kapita/bulan
- Alor: Rp464.871/kapita/bulan
- Sumba Barat: Rp460.702/kapita/bulan
- Timor Tengah Selatan: Rp454.423/kapita/bulan
- Sikka: Rp447.472/kapita/bulan
- Rote Ndao: Rp443.901/kapita/bulan
- Flores Timur: Rp429.094/kapita/bulan
- Sumba Tengah: Rp397.817/kapita/bulan
(Baca: Kemiskinan Ekstrem di Indonesia Terus Berkurang sampai 2025)