Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya. Persentase penduduk miskin turun sedikit dari 31,23 persen (2023) ke 29,88 persen, dengan pertumbuhan turun 4,32 persen. Jumlah penduduk miskin turun sedikit menjadi 5.020 orang dari total penduduk 30.519 jiwa, peringkat nasional ke-18 dan pulau Papua ke-17.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kota Palu | 2024)
Data historis kemiskinan 2010-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi di 2010 (44,71 persen) dan terendah di 2024 (29,88 persen). Pertumbuhan kemiskinan terendah di 2012 (-11,63 persen) dan tertinggi di 2021 (3,23 persen). Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 31,19 persen, lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 31,64 persen. Peringkat nasional bergeser dari ke-7 (2010) ke ke-18 (2024).
Dibandingkan kabupaten lain di Papua Barat Daya, Kabupaten Tambrauw memiliki persentase kemiskinan tertinggi di antara keempat wilayah yang dibandingkan. Nilainya 29,88 persen, lebih tinggi dibanding Maybrat (29,18 persen), Sorong (25,71 persen), dan Sorong Selatan (17,83 persen). Jumlah penduduk miskinnya jauh lebih sedikit karena jumlah penduduknya yang lebih kecil dibanding ketiga kabupaten lain.
Kabupaten Maybrat
Peringkat nasional persentase kemiskinan ke-20, dengan nilai 29,18 persen. Jumlah penduduk miskinnya 13.350 orang dari total 46.093 jiwa, pertumbuhan kemiskinan turun 3,63 persen. Pendapatan per kapita sebesar Rp18,16 juta per tahun, garis kemiskinan sekitar Rp565,73 ribu per kapita per bulan. Pertumbuhan penduduknya sebesar 2,28 persen, lebih tinggi dibanding Tambrauw yang turun 7,21 persen.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Flores Timur Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Sorong Selatan
Peringkat nasional persentase kemiskinan ke-65, dengan nilai 17,83 persen, jauh lebih rendah dibanding Tambrauw. Jumlah penduduk miskinnya 9.400 orang dari total 55.904 jiwa, pertumbuhan kemiskinan turun 1,55 persen. Pendapatan per kapita sebesar Rp41,55 juta per tahun, garis kemiskinan sekitar Rp579,31 ribu per kapita per bulan. Pertumbuhan penduduknya sebesar 5,77 persen, tertinggi di antara keempat wilayah.
Kabupaten Sorong
Peringkat nasional persentase kemiskinan ke-31, dengan nilai 25,71 persen, lebih rendah dibanding Tambrauw. Jumlah penduduk miskinnya 25.690 orang dari total 128.157 jiwa, pertumbuhan kemiskinan turun 2,21 persen. Pendapatan per kapita sebesar Rp101,11 juta per tahun, tertinggi di antara keempat wilayah, garis kemiskinan sekitar Rp631,73 ribu per kapita per bulan. Pertumbuhan penduduknya sebesar 2,35 persen.