Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk perawatan kulit di Kota Palu pada tahun 2024 sebesar 75857 Rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 14,3 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencatatkan angka pengeluaran tertinggi sepanjang periode 2018 hingga 2024 untuk wilayah ini. Sepanjang tujuh tahun data tercatat, angka pengeluaran perawatan kulit kota ini bergerak naik turun dengan rentang nilai antara 55881 Rupiah hingga 88530 Rupiah per kapita setiap bulannya.
(Baca: Statistik Garis Kemiskinan Non Makanan Periode 2015-2025)
Berdasarkan komposisi pengeluaran masyarakat, pengeluaran untuk perawatan kulit menyumbang sekitar 24,9 persen dari total pengeluaran kategori barang dan jasa per kapita per bulan. Nilai ini juga lebih tinggi dibandingkan rata-rata pengeluaran untuk kecantikan umum yang hanya mencapai 55601 Rupiah per kapita. Sebagai perbandingan, pengeluaran masyarakat untuk makanan jadi tercatat 242001 Rupiah, sedangkan untuk rokok dan tembakau mencapai 110545 Rupiah setiap bulannya.
Sepanjang periode 2018 hingga 2024, terjadi penurunan sedikit pada tahun 2019 dan 2020 secara berturut-turut sebelum kemudian naik sebesar 33,5 persen pada tahun 2021. Setelah itu terjadi penurunan sedikit pada tahun 2022, kemudian kembali naik sebesar 23,2 persen pada tahun 2023 sebelum akhirnya mengalami penurunan pada tahun 2024. Rata-rata pengeluaran lima tahun terakhir mencapai 73340 Rupiah, dimana nilai tahun 2024 masih sedikit berada di atas rata-rata tersebut.
Untuk tingkat provinsi Sulawesi Tengah, Kota Palu menempati urutan ketiga tertinggi untuk pengeluaran perawatan kulit tahun 2024. Dua wilayah yang berada di atas Kota Palu berturut-turut adalah Kabupaten Morowali dengan nilai 139819 Rupiah dan Kabupaten Morowali Utara dengan nilai 111935 Rupiah. Secara nasional, Kota Palu menempati urutan 117 dari seluruh kabupaten dan kota di Indonesia untuk kategori pengeluaran ini.
Kabupaten Morowali
Kabupaten Morowali mencatatkan pengeluaran perawatan kulit tertinggi di Sulawesi Tengah pada tahun 2024 meskipun mengalami penurunan sebesar 12,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini juga menempati peringkat pertama untuk seluruh kategori pengeluaran per kapita baik makanan, bukan makanan maupun total pengeluaran masyarakat. Total pengeluaran per kapita per bulan di wilayah ini mencapai 2321830 Rupiah pada tahun 2024, atau mengalami kenaikan sebesar 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi Kab. Toba Samosir | 2024)
Kabupaten Morowali Utara
Kabupaten Morowali Utara menjadi satu-satunya wilayah di tiga besar provinsi yang mencatatkan kenaikan besar untuk pengeluaran perawatan kulit pada tahun 2024, dengan pertumbuhan mencapai 63,3 persen. Wilayah ini menempati peringkat kedua seluruh Sulawesi Tengah untuk total pengeluaran per kapita, dengan nilai total mencapai 1647264 Rupiah setiap bulannya. Pertumbuhan total pengeluaran wilayah ini tercatat sebesar 2,4 persen pada tahun 2024.
Kabupaten Banggai
Kabupaten Banggai menempati urutan keempat untuk pengeluaran perawatan kulit tahun 2024 dengan nilai 65767 Rupiah, setelah mengalami kenaikan sebesar 38,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk total pengeluaran masyarakat keseluruhan, wilayah ini berada di peringkat ketiga se-provinsi dengan nilai 1488713 Rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan total pengeluaran wilayah ini mencapai 10,8 persen pada tahun 2024, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi di Sulawesi Tengah.
Kabupaten Poso
Kabupaten Poso mencatatkan pengeluaran perawatan kulit sebesar 61050 Rupiah pada tahun 2024 dengan pertumbuhan 17,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati peringkat keempat untuk total pengeluaran per kapita se-provinsi, dengan nilai total mencapai 1439029 Rupiah setiap bulannya. Pertumbuhan total pengeluaran wilayah ini hampir stagnan dengan kenaikan hanya sebesar 0,1 persen pada tahun 2024.