Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk rokok dan tembakau di Kota Tegal tahun 2024 sebesar 123.879 rupiah, yang menunjukkan penurunan 15.5% dibandingkan tahun 2023. Angka ini menyumbang sekitar 35,6% dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di Kota Tegal, yang mencapai 347.861 rupiah. Informasi ini diolah dari data Susenas BPS.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Pati Menurut Sektor pada 2024)
Data historis dari tahun 2018 hingga 2024 menunjukkan fluktuasi pengeluaran rokok dan tembakau di Kota Tegal. Tahun 2018, pengeluaran sebesar 93.465 rupiah, lalu sedikit turun menjadi 85.971 rupiah pada tahun 2019. Tahun 2020, pengeluaran naik 40,8% menjadi 121.011 rupiah, kemudian naik 6,5% menjadi 128.841 rupiah pada tahun 2021. Tahun 2022, pengeluaran sedikit turun 5,6% menjadi 121.592 rupiah, lalu naik 20,5% menjadi 146.578 rupiah pada tahun 2023 sebelum turun 15,5% di tahun 2024. Pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2023, sedangkan pengeluaran terendah terjadi pada tahun 2019.
Di tingkat provinsi Jawa Tengah, Kota Tegal menempati peringkat ke-14 dari 35 kabupaten/kota dalam pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2024. Lima kabupaten/kota dengan pengeluaran tertinggi adalah Kabupaten Pati (151.356 rupiah), Kabupaten Rembang (146.365 rupiah), Kabupaten Demak (142.988 rupiah), Kota Semarang (136.682 rupiah), dan Kabupaten Sragen (135.798 rupiah). Beberapa wilayah ini mengalami pertumbuhan pengeluaran, seperti Kota Semarang naik 16,6% dan Kabupaten Blora naik 17%, sementara lainnya seperti Kabupaten Pati sedikit turun 5,8% dan Kabupaten Brebes turun 16,2%.
Dibandingkan dengan kategori pengeluaran lain, pengeluaran rokok dan tembakau di Kota Tegal lebih tinggi daripada pengeluaran untuk kecantikan (35.886 rupiah), perawatan pribadi (83.543 rupiah), dan sabun mandi (78.972 rupiah). Namun, pengeluaran ini lebih rendah daripada pengeluaran untuk makanan jadi (350.104 rupiah) dan total aneka barang jasa (347.861 rupiah). Ini menunjukkan bahwa rokok dan tembakau menjadi bagian penting dari pengeluaran rumah tangga di Kota Tegal.
Kota Semarang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Semarang tahun 2024 sebesar 1.322.997 rupiah, naik 12,6% dibandingkan tahun 2023, dan menempati peringkat pertama di Jawa Tengah. Rata-rata pengeluaran total per kapita sebulan mencapai 2.237.782 rupiah, naik 14,3% dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan sebesar 914.785 rupiah, naik 14,7% dan juga menempati peringkat pertama di provinsi. Pengeluaran rokok dan tembakau di Kota Semarang tahun 2024 sebesar 136.682 rupiah, naik 16,6% dan menempati peringkat ke-4 di Jawa Tengah.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Agam Periode 2004 - 2024)
Kota Salatiga
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Salatiga tahun 2024 sebesar 1.315.195 rupiah, sedikit turun 14,4% dibandingkan tahun 2023, dan menempati peringkat kedua di Jawa Tengah. Rata-rata pengeluaran total per kapita sebulan mencapai 2.126.512 rupiah, sedikit turun 10,9% dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan sebesar 811.317 rupiah, sedikit turun 5,5% dan menempati peringkat kedua di provinsi. Pengeluaran rokok dan tembakau di Kota Salatiga tahun 2024 sebesar 126.102 rupiah, naik 10% dan menempati peringkat ke-13 di Jawa Tengah.
Kota Surakarta
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Surakarta tahun 2024 sebesar 942.391 rupiah, sedikit turun 3,7% dibandingkan tahun 2023, dan menempati peringkat keempat di Jawa Tengah. Rata-rata pengeluaran total per kapita sebulan mencapai 1.702.178 rupiah, sedikit turun 12,4% dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan sebesar 759.788 rupiah, sedikit turun 0,9% dan menempati peringkat ketiga di provinsi. Pengeluaran rokok dan tembakau di Kota Surakarta tahun 2024 sebesar 112.161 rupiah, naik 2,4% dan menempati peringkat ke-25 di Jawa Tengah.
Kabupaten Klaten
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Klaten tahun 2024 sebesar 861.242 rupiah, naik 56,7% dibandingkan tahun 2023, dan menempati peringkat kelima di Jawa Tengah. Rata-rata pengeluaran total per kapita sebulan mencapai 1.472.398 rupiah, naik 12,3% dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan sebesar 611.156 rupiah, naik 16,4% dan menempati peringkat ke-21 di provinsi. Pengeluaran rokok dan tembakau di Kabupaten Klaten tahun 2024 sebesar 119.463 rupiah, naik 3,9% dan menempati peringkat ke-16 di Jawa Tengah.