Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kabupaten Agam tahun 2024 menunjukkan persentase penduduk miskin mencapai 6,83 persen, naik sedikit 3,48 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 34.820 orang, sementara total penduduk kabupaten ini adalah 532.178 jiwa, yang tumbuh 0,9 persen dalam setahun.
(Baca: Jumlah Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin di Kab. Musi Rawas 2024)
Data historis kemiskinan Kabupaten Agam periode 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi di tahun 2006 (13,93 persen) dan terendah di tahun 2022 (6,22 persen). Pertumbuhan kemiskinan terendah terjadi di 2007 (-9,62 persen) dan tertinggi di 2006 (4,27 persen). Dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir (2021-2023: 6,56 persen) dan 5 tahun terakhir (2019-2023: 6,64 persen), angka kemiskinan 2024 lebih tinggi. Rank seindonesia Kabupaten Agam naik dari urutan ke-384 di 2023 ke-362 di 2024.
Di provinsi Sumatera Barat, persentase kemiskinan Kabupaten Agam (6,83 persen) berada di posisi tengah antara tetangga terdekat. Angka ini lebih tinggi dari Kabupaten Padang Pariaman (6,27 persen) dan Pasaman (6,74 persen), namun lebih rendah dari Kabupaten Lima Puluh Kota (6,92 persen) dan Solok (7,31 persen). Jumlah penduduk miskinnya (34.820 orang) hanya hampir sama dengan Kabupaten Pasaman Barat (34.600 orang) di antara tetangga tersebut.
Kabupaten Lima Puluh Kota
Berada di urutan ke-355 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, Kabupaten ini memiliki angka 6,92 persen dengan pertumbuhan 2,59 persen tahun 2024. Jumlah penduduk miskinnya 27.720 orang, dari total penduduk 400.795 jiwa yang tumbuh 1,39 persen. Pendapatan per kapita masyarakatnya mencapai Rp51,99 juta per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar Rp582,79 ribu per kapita per bulan yang tumbuh 5,37 persen. Angka kemiskinan ini sedikit lebih tinggi dari Kabupaten Agam, namun jumlah penduduk miskinnya lebih rendah karena total penduduk yang lebih kecil, membuat beban kemiskinan per wilayah relatif lebih ringan dibandingkan tetangga terdekat.
Kabupaten Padang Pariaman
Terletak di urutan ke-391 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, Kabupaten ini memiliki angka 6,27 persen dengan pertumbuhan menurun sedikit 0,63 persen tahun 2024. Jumlah penduduk miskinnya 26.760 orang, dari total penduduk 457.532 jiwa yang tumbuh 1,44 persen. Pendapatan per kapita masyarakatnya mencapai Rp58,39 juta per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar Rp580,39 ribu per kapita per bulan yang tumbuh 5,88 persen. Angka kemiskinan ini lebih rendah dari Kabupaten Agam, didukung oleh pendapatan per kapita yang lebih tinggi dan pertumbuhan penduduk yang stabil, membuat kondisi kemiskinan di wilayah ini lebih baik dibandingkan sebagian tetangga di Sumatera Barat.
(Baca: PDRB ADHB di Kota Palu Menurut Sektor pada 2024)
Kabupaten Pasaman Barat
Berada di urutan ke-213 se-Indonesia untuk jumlah penduduk miskin, Kabupaten ini memiliki persentase kemiskinan 7 persen dengan pertumbuhan 3,22 persen tahun 2024. Jumlah penduduk miskinnya 34.600 orang, dari total penduduk 449.677 jiwa yang tumbuh 1,79 persen. Pendapatan per kapita masyarakatnya mencapai Rp46,26 juta per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar Rp657,35 ribu per kapita per bulan yang tumbuh 10,25 persen. Angka kemiskinan ini sedikit lebih tinggi dari Kabupaten Agam, dan jumlah penduduk miskinnya hampir sama, namun garis kemiskinan yang lebih tinggi menunjukkan bahwa batas kemiskinan di wilayah ini lebih ketat dibandingkan tetangga terdekat.
Kabupaten Pasaman
Terletak di urutan ke-334 se-Indonesia untuk jumlah penduduk miskin, Kabupaten ini memiliki persentase kemiskinan 6,74 persen dengan pertumbuhan naik sedikit 0,1 persen tahun 2024. Jumlah penduduk miskinnya 20.010 orang, dari total penduduk 312.363 jiwa yang tumbuh 1,87 persen. Pendapatan per kapita masyarakatnya mencapai Rp38,25 juta per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar Rp515,61 ribu per kapita per bulan yang tumbuh 9,08 persen. Angka kemiskinan ini sedikit lebih rendah dari Kabupaten Agam, namun pendapatan per kapita yang lebih rendah menunjukkan bahwa masyarakat di wilayah ini memiliki daya beli yang lebih kecil dibandingkan tetangga terdekat.
Kabupaten Solok Selatan
Berada di urutan ke-418 se-Indonesia untuk jumlah penduduk miskin, Kabupaten ini memiliki persentase kemiskinan 6,56 persen dengan pertumbuhan 3,53 persen tahun 2024. Jumlah penduduk miskinnya 12.330 orang, dari total penduduk 181.869 jiwa yang tumbuh menurun sedikit 0,71 persen. Pendapatan per kapita masyarakatnya mencapai Rp38,91 juta per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar Rp551,34 ribu per kapita per bulan yang tumbuh 6,85 persen. Angka kemiskinan ini lebih rendah dari Kabupaten Agam, dan jumlah penduduk miskinnya jauh lebih kecil karena total penduduk yang lebih sedikit, membuat kondisi kemiskinan di wilayah ini lebih terkendali dibandingkan tetangga terdekat.
Kabupaten Solok
Terletak di urutan ke-254 se-Indonesia untuk jumlah penduduk miskin, Kabupaten ini memiliki persentase kemiskinan 7,31 persen dengan pertumbuhan 3,11 persen tahun 2024. Jumlah penduduk miskinnya 28.180 orang, dari total penduduk 411.053 jiwa yang tumbuh 1,32 persen. Pendapatan per kapita masyarakatnya mencapai Rp44,81 juta per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar Rp569,61 ribu per kapita per bulan yang tumbuh 6,89 persen. Angka kemiskinan ini lebih tinggi dari Kabupaten Agam, namun jumlah penduduk miskinnya lebih rendah karena total penduduk yang lebih kecil, menunjukkan bahwa beban kemiskinan di wilayah ini relatif lebih ringan dibandingkan tetangga terdekat.