Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kabupaten Rembang tahun 2024, menunjukkan persentase penduduk miskin sedikit turun dari 14,17 persen menjadi 14,02 persen. Jumlah penduduk miskin sedikit turun 520 orang menjadi 91.450 orang, sementara jumlah penduduk naik 7.022 jiwa menjadi 662.787 jiwa. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun 1,06 persen, dengan rank se-Indonesia 121 dan rank di Pulau Jawa 14.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Riau 2018 - 2024)
Data historis kemiskinan Rembang periode 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi di 2006 (33,2 persen) dan terendah di 2024 (14,02 persen). Pertumbuhan kemiskinan terendah di 2018 (-16,02 persen) dan tertinggi di 2006 (8,07 persen). Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) sebesar 14,28 persen, lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 14,73 persen. Rank se-Indonesia fluktuatif, dari 46 di 2004 ke 121 di 2024, dengan penurunan signifikan pada 2018.
Dibandingkan kabupaten tetangga di Jawa Tengah, persentase kemiskinan Rembang (14,02 persen) lebih tinggi dari Banyumas, Klaten, dan Sragen, tapi lebih rendah dari Banjarnegara, Pemalang, dan Purbalingga. Jumlah penduduk miskin Rembang (91.450 orang) lebih sedikit dari semua kabupaten tetangga ini, menunjukkan proporsi kemiskinan yang lebih tinggi dibanding jumlah penduduknya.
Kabupaten Banjarnegara
Dengan rank se-Indonesia persentase kemiskinan 103, wilayah ini memiliki kondisi kemiskinan lebih baik dari Rembang. Persentase penduduk miskin sebesar 14,71 persen, dengan pertumbuhan sedikit turun 1,28 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 137.680 orang, lebih banyak dari Rembang, sementara jumlah penduduk keseluruhan 1.068.347 jiwa. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 398,34 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan perkapita sebesar 27,64 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan penduduk sebesar 1,28 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan penduduk Rembang yang sebesar 1,07 persen.
Kabupaten Banyumas
Memiliki rank se-Indonesia 171, yang merupakan posisi paling baik di antara kabupaten tetangga Rembang. Persentase kemiskinan sebesar 11,95 persen, dengan pertumbuhan turun 4,63 persen yang signifikan. Jumlah penduduk miskin mencapai 207.780 orang, yang merupakan jumlah paling banyak di kelompok ini, dengan jumlah penduduk keseluruhan 1.864.665 jiwa (juga paling banyak). Garis kemiskinan sebesar 500,86 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan perkapita sebesar 40,15 juta rupiah per tahun. Penurunan kemiskinan yang paling besar di kelompok ini menunjukkan upaya yang efektif dalam mengurangi jumlah penduduk miskin.
(Baca: Harga Bawang Putih di Pasar Tradisional Periode Maret 2025-2026)
Kabupaten Klaten
Dengan rank se-Indonesia 167, kondisi kemiskinan wilayah ini lebih baik dari Rembang. Persentase penduduk miskin sebesar 12,04 persen, dengan pertumbuhan turun 1,95 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 141.840 orang, lebih banyak dari Rembang, sementara jumlah penduduk keseluruhan 1.300.142 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 505,83 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan perkapita sebesar 42,74 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan penduduk sebesar 0,7 persen, lebih rendah dari pertumbuhan penduduk Rembang, menunjukkan pertumbuhan populasi yang lebih lambat.
Kabupaten Pemalang
Memiliki rank se-Indonesia 98, yang merupakan posisi paling baik di antara kabupaten tetangga Rembang yang memiliki persentase kemiskinan lebih tinggi dari Rembang. Persentase penduduk miskin sebesar 14,92 persen, dengan pertumbuhan sedikit turun 0,73 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 194.200 orang, lebih banyak dari Rembang, sementara jumlah penduduk keseluruhan 1.588.826 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 493,59 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan perkapita sebesar 22,63 juta rupiah per tahun (paling rendah di kelompok ini). Pertumbuhan penduduk sebesar 1,39 persen, yang merupakan tertinggi di antara kabupaten tetangga Rembang.
Kabupaten Purbalingga
Dengan rank se-Indonesia 116, kondisi kemiskinan wilayah ini lebih baik dari Rembang. Persentase penduduk miskin sebesar 14,18 persen, dengan pertumbuhan turun 5,4 persen yang merupakan penurunan paling besar di kelompok ini. Jumlah penduduk miskin mencapai 136.720 orang, lebih banyak dari Rembang, sementara jumlah penduduk keseluruhan 1.053.565 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 460,87 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan perkapita sebesar 32,15 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan penduduk sebesar 1,29 persen, hampir sama dengan pertumbuhan penduduk Banjarnegara.
Kabupaten Sragen
Memiliki rank se-Indonesia 154, kondisi kemiskinan wilayah ini lebih baik dari Rembang. Persentase penduduk miskin sebesar 12,41 persen, dengan pertumbuhan turun 3,57 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 110.650 orang, lebih banyak dari Rembang, sementara jumlah penduduk keseluruhan 1.021.435 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 453,66 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan perkapita sebesar 52,19 juta rupiah per tahun (paling tinggi di kelompok ini). Pertumbuhan penduduk sebesar 0,88 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan penduduk Banyumas dan Klaten.