Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Rembang pada 2024 sebesar 14,02%, sedikit turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 14,17%. Dengan jumlah penduduk 662.787 jiwa, terdapat 91.450 jiwa penduduk miskin di Rembang.
Dibandingkan kabupaten lain di Jawa Tengah, penurunan persentase kemiskinan di Rembang sebesar 1,06% menduduki peringkat ke-121 se-Indonesia. Angka ini menunjukkan perkembangan yang cukup baik.
(Baca: 4,39% Penduduk di Kabupaten Kota Baru Masuk Kategori Miskin)
Data historis menunjukkan fluktuasi angka kemiskinan di Rembang periode 2004-2024. Persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada 2006 sebesar 33,2%, sedangkan terendah pada 2024 sebesar 14,02%. Pertumbuhan angka kemiskinan terendah terjadi pada 2008 yaitu -11,4%, sedangkan tertinggi pada 2006 yaitu 8,07%. Saat ini, Rembang berada di urutan ke-121 secara nasional dalam persentase kemiskinan.
Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Jawa Tengah yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, Rembang menunjukkan beberapa perbedaan. Beberapa kabupaten tersebut antara lain Banjarnegara, Banyumas, Klaten, Pemalang, Purbalingga, dan Sragen.
Kabupaten Banjarnegara
Dengan persentase kemiskinan 14,71% dan menduduki peringkat 103 se-Indonesia, Kabupaten Banjarnegara memiliki 137.680 jiwa penduduk miskin. Jumlah ini lebih besar dari Rembang. Garis kemiskinan di Banjarnegara tercatat sebesar Rp 398.344 per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita Rp 27,64 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk di Banjarnegara sebesar 1,28%.
Kabupaten Banyumas
Kabupaten Banyumas memiliki persentase kemiskinan yang lebih rendah, yaitu 11,95% dan menduduki peringkat 171 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskinnya mencapai 207.780 jiwa. Banyumas memiliki garis kemiskinan sebesar Rp 500.861 per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita yang relatif tinggi, yaitu Rp 40,15 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk Banyumas sebesar 0,8%. Persentase pertumbuhan penduduk miskin mengalami penurunan signifikan sebesar 4,03%.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Aceh Jaya Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Klaten
Kabupaten Klaten mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 12,04% dan berada di peringkat 167 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskin di Klaten mencapai 141.840 jiwa. Garis kemiskinan di Klaten adalah Rp 505.826 per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita mencapai Rp 42,73 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk di Klaten sebesar 0,7%, dengan pertumbuhan penduduk miskin yang juga menunjukkan penurunan sebesar 1,79%.
Kabupaten Pemalang
Dengan persentase kemiskinan 14,92% dan menempati urutan 98 se-Indonesia, Kabupaten Pemalang memiliki 194.200 jiwa penduduk miskin. Garis kemiskinan di Pemalang tercatat Rp 493.593 per kapita per bulan, namun pendapatan per kapita tergolong rendah, yaitu Rp 22,63 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk di Pemalang sebesar 1,39%.
Kabupaten Purbalingga
Kabupaten Purbalingga memiliki persentase kemiskinan 14,18% dan menduduki peringkat 116 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di Purbalingga mencapai 136.720 jiwa. Garis kemiskinan di Purbalingga tercatat Rp 460.870 per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita Rp 32,14 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk Purbalingga sebesar 1,29%, namun mengalami penurunan angka kemiskinan yang cukup signifikan sebesar 4,66%.
Kabupaten Sragen
Kabupaten Sragen memiliki persentase kemiskinan sebesar 12,41% dan menduduki peringkat 154 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskin di Sragen mencapai 110.650 jiwa. Garis kemiskinan di Sragen adalah Rp 453.663 per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita mencapai Rp 52,18 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk di Sragen sebesar 0,88%, dengan penurunan angka kemiskinan sebesar 3,46%.