Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Bintan periode semester 2025 sebesar 4,77 persen. Angka ini turun sebesar 0,67 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat 5,44 persen, dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 1.060 jiwa dari total 9.170 jiwa pada 2024.
Sepanjang catatan historis 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi pada 2005 sebesar 14,51 persen. Angka 4,77 persen pada 2025 merupakan nilai terendah yang pernah tercatat selama 21 tahun pengamatan data kemiskinan di kabupaten ini.
(Baca: Keadaan Angkatan Kerja di Kabupaten Musi Rawas Utara pada 2024)
Ranking persentase kemiskinan Kabupaten Bintan secara nasional berada di urutan 439 dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia. Ranking ini terus bergeser selama 3 tahun terakhir, dari urutan 409 pada 2023, 423 pada 2024, hingga posisi saat ini.
Dibandingkan wilayah lain di Provinsi Kepulauan Riau, penurunan angka kemiskinan Kabupaten Bintan berada di tengah rentang penurunan wilayah tetangga. Penurunan sebesar 12,32 persen ini lebih besar dibanding Kabupaten Natuna, namun lebih kecil dibanding Kota Batam, Kota Tanjung Pinang dan Kabupaten Karimun.
Kota Batam
Memiliki ranking persentase kemiskinan nasional urutan 481, dengan angka kemiskinan tercatat 3,81 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 68.040 jiwa, mengalami penurunan sebesar 18,58 persen. Garis kemiskinan wilayah mencapai 954,44 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 195,57 juta rupiah per tahun.
(Baca: Persentase Pekerja Setengah Menganggur Periode 2015-2025)
Kota Tanjung Pinang
Berada di ranking nasional urutan 386 untuk persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 5,96 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 13.470 jiwa, mengalami penurunan sebesar 12,48 persen. Garis kemiskinan wilayah tercatat 842,15 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 111,01 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Karimun
Ranking persentase kemiskinan nasional berada di urutan 420, dengan angka tercatat 5,16 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 12.560 jiwa, mengalami penurunan sebesar 10,22 persen. Garis kemiskinan wilayah tercatat 524,33 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 74,98 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Natuna
Memiliki ranking persentase kemiskinan nasional urutan 436, dengan angka tercatat 4,81 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 4.010 jiwa, mengalami penurunan sebesar 3,84 persen. Garis kemiskinan wilayah tercatat 555,29 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 281,44 juta rupiah per tahun.