Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita masyarakat Kabupaten Wonogiri untuk sabun mandi pada tahun 2024 mencapai 56785 rupiah per orang per bulan. Nilai ini mencatat kenaikan sedikit sebesar 1,2 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencatatkan nilai 56100 rupiah per kapita per bulan. Informasi ini berasal dari data pengolahan Susenas yang dirilis secara periodik setiap tahun.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Barito Timur | 2024)
Selama periode tujuh tahun terakhir sejak 2018, pengeluaran untuk sabun mandi di wilayah ini mengalami pergerakan naik turun. Pada tahun 2018 tercatat 43932 rupiah, lalu turun sedikit pada tahun 2019 dan 2020 secara berturut-turut sebesar 2,6 persen dan 2 persen. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2021 dengan penambahan sebesar 22,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Nilai pengeluaran sabun mandi masyarakat Kabupaten Wonogiri ini menyumbang sekitar 26,2 persen dari total pengeluaran perawatan tubuh per kapita, serta setara dengan 56,6 persen dari pengeluaran kecantikan bulanan masyarakat. Jika dibandingkan dengan total pengeluaran aneka barang jasa, biaya sabun mandi hanya menyumbang 26,2 persen dari nilai tersebut. Nilai ini juga hanya sekitar setengah dari rata-rata pengeluaran masyarakat untuk rokok dan tembakau setiap bulannya.
Berdasarkan perbandingan antar wilayah di Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Wonogiri berada di peringkat 15 dari total 35 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran sabun mandi tahun 2024. Peringkat ini tetap sama dengan posisi tahun sebelumnya. Lima wilayah dengan pengeluaran sabun mandi tertinggi di provinsi ini secara berturut-turut adalah Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Surakarta, Kota Tegal dan Kabupaten Pati. Secara nasional, Kabupaten Wonogiri berada di peringkat 295 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Kota Semarang
Kota Semarang mencatatkan pengeluaran sabun mandi tertinggi se-Jawa Tengah pada tahun 2024 dengan nilai 92921 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini juga menduduki peringkat pertama untuk seluruh kategori pengeluaran per kapita baik makanan maupun bukan makanan di provinsi yang sama. Pertumbuhan pengeluaran sabun mandi di Kota Semarang mencapai 15,6 persen pada tahun 2024, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi di antara seluruh wilayah di Jawa Tengah untuk kategori ini. Total pengeluaran keseluruhan per kapita di kota ini mencapai 2237782 rupiah per bulan.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Kecantikan Kab. Mempawah | 2024)
Kota Salatiga
Kota Salatiga menempati posisi kedua pengeluaran sabun mandi se-Jawa Tengah dengan nilai 89800 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024. Berbeda dengan sebagian besar wilayah lain, kota ini mencatatkan penurunan sebesar 1,9 persen untuk pengeluaran sabun mandi dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun mengalami penurunan pada kategori sabun mandi, Kota Salatiga tetap menduduki peringkat kedua untuk total pengeluaran bukan makanan per kapita di seluruh Jawa Tengah dengan nilai 1315195 rupiah per bulan.
Kota Surakarta
Pada posisi ketiga, Kota Surakarta mencatatkan pengeluaran sabun mandi sebesar 79570 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 6,4 persen dibandingkan tahun 2023 untuk kategori barang ini. Untuk total pengeluaran keseluruhan masyarakat, Kota Surakarta masih menduduki peringkat ketiga se-Jawa Tengah, dengan nilai total pengeluaran per kapita mencapai 1702178 rupiah per bulan. Pertumbuhan pengeluaran makanan di kota ini hanya tercatat turun sedikit sebesar 0,9 persen pada tahun yang sama.
Kabupaten Wonogiri
Masyarakat Kabupaten Wonogiri mencatatkan pertumbuhan pengeluaran bukan makanan sebesar 52,2 persen pada tahun 2024, menjadi pertumbuhan tertinggi di seluruh Jawa Tengah untuk kategori ini. Peringkat total pengeluaran bukan makanan wilayah ini naik menjadi posisi 14 seprovinsi, meningkat secara signifikan dibandingkan periode tahun sebelumnya. Untuk kategori pengeluaran makanan, wilayah ini berada di peringkat 26 se-Jawa Tengah dengan nilai 594356 rupiah per kapita per bulan. Rata-rata pertumbuhan pengeluaran sabun mandi dalam lima tahun terakhir tercatat sebesar 5,3 persen per tahun.