Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data semester kemiskinan Kota Tual Provinsi Maluku tahun 2025. Persentase penduduk miskin tercatat 19,39 persen, turun sebesar 0,62 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin berkurang sebanyak 230 jiwa menjadi 15.940 jiwa, dengan penurunan pertumbuhan sebesar 1,42 persen. Saat ini Kota Tual menempati peringkat 55 nasional untuk indikator persentase kemiskinan.
Data historis periode 2004-2025 menunjukkan persentase kemiskinan terendah terjadi pada tahun 2004 sebesar 6,24 persen. Angka tertinggi tercatat pada tahun 2010 sebesar 32,01 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2009 sebesar 284,09 persen, sedangkan pertumbuhan terendah tercatat pada tahun 2022 turun 11,61 persen. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 20,03 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir berada di angka 21,48 persen.
(Baca: 1,8% Penduduk di Kabupaten Labuhan Batu Utara Beragama Katolik)
Dari perbandingan antar kabupaten di Provinsi Maluku dengan tingkat kemiskinan berdekatan, Kota Tual memiliki persentase kemiskinan di atas Kabupaten Maluku Tengah, Buru dan Buru Selatan. Angka ini berada di bawah Kabupaten Maluku Tenggara, Seram Bagian Barat dan Seram Bagian Timur. Secara nasional Kota Tual menempati urutan lebih baik dibanding 459 kabupaten kota lain di Indonesia untuk indikator persentase penduduk miskin.
Kabupaten Buru Selatan
Berada pada peringkat 87 nasional untuk persentase kemiskinan, tercatat sebesar 14,84 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 9.630 jiwa dengan pertumbuhan sedikit naik sebesar 0,21 persen. Garis kemiskinan wilayah ini berada di angka 789,41 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 24,20 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan 3,70 persen.
Kabupaten Buru
Peringkat 85 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 15,11 persen. Jumlah penduduk miskin berjumlah 23.950 jiwa, turun sebesar 4,28 persen dibandingkan periode sebelumnya. Garis kemiskinan di wilayah ini mencapai 638,73 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 23,23 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 4,39 persen.
Kabupaten Maluku Tengah
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Ngawi | 2004 - 2025)
Menempati peringkat 65 nasional untuk persentase kemiskinan dengan nilai tercatat 16,71 persen. Wilayah ini memiliki jumlah penduduk miskin paling besar diantara kelompok perbandingan yaitu 63.050 jiwa, dengan penurunan 5,40 persen. Garis kemiskinan tercatat 643,10 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 27,36 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Maluku Tenggara
Memiliki peringkat 46 nasional untuk persentase kemiskinan dengan nilai 21,16 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 21.420 jiwa, mengalami penurunan sedikit sebesar 0,23 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini berada pada angka 728,29 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat merupakan yang tertinggi di kelompok ini yaitu 36,62 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Seram Bagian Barat
Berada pada peringkat 44 nasional untuk persentase kemiskinan dengan nilai tercatat 21,85 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini mencapai 38.010 jiwa, turun sebesar 1,99 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Garis kemiskinan tercatat 554,14 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat merupakan yang terendah yaitu 18,86 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Seram Bagian Timur
Menempati peringkat 47 nasional untuk persentase kemiskinan dengan nilai 20,90 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 24.330 jiwa, mengalami penurunan sedikit sebesar 0,04 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini tercatat 524,88 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 25,24 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 0,84 persen.