Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kota Tual tahun 2025 sebesar 19,39 persen. Angka ini turun 0,62 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan jumlah penduduk miskin tercatat 15.940 jiwa. Jumlah ini berkurang sebanyak 230 jiwa dari tahun 2024, dengan pertumbuhan angka kemiskinan turun 3,1 persen.
Data historis periode 2004-2025 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi Kota Tual tercatat pada tahun 2010 sebesar 32,01 persen. Angka terendah tercatat pada tahun 2004 yaitu 6,24 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2009 sebesar 284,09 persen, sedangkan pertumbuhan terendah pada tahun 2007 yaitu -12,38 persen.
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan dan Nonmakanan Periode 2013-2025)
Secara nasional, Kota Tual menempati urutan 55 dari 514 kabupaten kota di Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan tahun 2025. Dalam 5 tahun terakhir, peringkat Kota Tual hanya bergeser 1 tingkat, dari urutan 54 pada tahun 2021 menjadi urutan 55 pada tahun 2025. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 20,03 persen, lebih tinggi dibandingkan angka tahun 2025.
Kabupaten Buru Selatan
Wilayah ini menempati urutan 87 secara nasional untuk persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 14,84 persen. Jumlah penduduk miskin berada pada angka 9.630 jiwa, dengan pertumbuhan sedikit naik sebesar 0,21 persen. Garis kemiskinan tercatat 789,41 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 24,20 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Buru
Pada urutan 85 nasional, persentase kemiskinan tercatat 15,11 persen. Tercatat 23.950 jiwa penduduk hidup dibawah garis kemiskinan, dengan angka pertumbuhan turun sebesar 4,28 persen. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 638,73 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 23,23 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Maluku Tengah
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Pulau Morotai | 2010 - 2025)
Menempati urutan 65 secara nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 16,71 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 63.050 jiwa, menjadi jumlah tertinggi dibandingkan seluruh kabupaten yang dibandingkan. Garis kemiskinan tercatat 643,10 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 27,36 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Maluku Tenggara
Urutan 46 secara nasional menjadi peringkat terbaik dalam daftar ini, dengan persentase kemiskinan 21,16 persen. Terdapat 21.420 jiwa penduduk miskin, dengan pertumbuhan angka kemiskinan sedikit turun sebesar 0,23 persen. Garis kemiskinan tercatat 728,29 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita mencapai 36,62 juta rupiah per tahun menjadi tertinggi dalam kelompok ini.
Kabupaten Seram Bagian Barat
Wilayah ini berada pada urutan 44 nasional, dengan persentase kemiskinan tercatat 21,85 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 38.010 jiwa, dengan pertumbuhan angka kemiskinan turun sebesar 1,99 persen. Garis kemiskinan tercatat 554,14 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 18,86 juta rupiah per tahun, menjadi yang terendah dalam kelompok perbandingan.
Kabupaten Seram Bagian Timur
Menempati urutan 47 secara nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 20,9 persen. Terdapat 24.330 jiwa penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan, dengan pertumbuhan angka kemiskinan sedikit turun sebesar 0,04 persen. Garis kemiskinan tercatat 524,88 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat mencapai 25,24 juta rupiah per tahun.