Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Kabupaten Pulau Morotai tahun 2025 sebesar 4,49 persen. Angka ini turun 0,62 persen dari tahun sebelumnya, dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 400 jiwa menjadi total 3.290 jiwa. Pada periode semester ini, wilayah ini menempati rangking 450 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
(Baca: Data 2025: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Kudus Rp.148,38 Juta)
Selama periode 2010 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai nilai tertinggi sebesar 11,61 persen pada tahun 2011. Angka terendah tercatat tepat pada tahun 2025 ini. Pergerakan peringkat nasional wilayah ini terus bergeser dari peringkat 314 tahun 2010 hingga posisi 450 tahun 2025.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir wilayah ini sebesar 4,99 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 5,38 persen. Penurunan terbesar dalam sejarah data tercatat pada tahun 2025 dengan penurunan 12,13 persen. Peningkatan persentase kemiskinan terbesar terjadi pada tahun 2011 sebesar 9,63 persen.
Kabupaten Halmahera Selatan
Berada pada peringkat 436 secara nasional, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan sebesar 4,81 persen. Tercatat penurunan persentase kemiskinan sebesar 14,56 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 512,22 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 114,37 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk miskin mencapai 11.780 jiwa, mengalami penurunan 13,95 persen dari tahun sebelumnya.
Kabupaten Halmahera Utara
(Baca: Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI/Paket A di Papua Tengah | 2025)
Pada peringkat 460 seluruh Indonesia, persentase kemiskinan tercatat 4,35 persen. Angka ini mengalami penurunan 7,64 persen pada periode laporan terakhir. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 490,22 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 37,31 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk miskin mencapai 8.840 jiwa, turun 6,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kota Tidore Kepulauan
Peringkat 349 secara nasional, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan 6,54 persen, sedikit turun 0,3 persen dari tahun lalu. Garis kemiskinan sebesar 643,29 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat tercatat 33,45 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk miskin berjumlah 6.730 jiwa, mengalami sedikit kenaikan 0,15 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Kota Ternate
Menduduki peringkat 493 seluruh Indonesia, persentase kemiskinan wilayah ini sebesar 3,34 persen. Angka ini mengalami kenaikan 6,37 persen pada tahun terakhir, menjadi satu-satunya wilayah di kelompok ini yang mencatatkan kenaikan persentase kemiskinan. Garis kemiskinan sebesar 753,05 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 76,45 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk miskin berjumlah 8.510 jiwa, naik 7,99 persen dari tahun sebelumnya.
Kabupaten Pulau Taliabu
Berada di peringkat 346 secara nasional, persentase kemiskinan wilayah ini sebesar 6,63 persen. Tercatat penurunan 7,01 persen pada periode laporan terakhir. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 574,24 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 36,59 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk miskin berjumlah 3.720 jiwa, turun 6,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.