Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Majene Naik 0,62% Setahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 12/05/2026 08:52 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat mencapai 6,09% pada 2025.

Angka tersebut naik 0,62% dari tahun sebelumnya sebesar 5,47%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 1,36%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Majene lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Majene yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 6,09% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 5 kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Barat, PoU di Kabupaten Majene ada di urutan ke-3. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Mamuju Utara (3,84%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Mamuju (9,79%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Barat pada 2025.

  1. Kabupaten Mamuju Utara: 3,84%
  2. Kabupaten Polewali Mandar: 5,23%
  3. Kabupaten Majene: 6,09%
  4. Kabupaten Mamuju Tengah: 6,53%
  5. Kabupaten Mamasa: 8,03%
  6. Kabupaten Mamuju: 9,79%

(Baca: Pertumbuhan Jumlah Penduduk Bekerja di Indonesia sampai 2023)

Data Stories Terkini
Databoks Premium

Data Populer

Loading...