Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI/Paket A di Provinsi Papua Tengah pada akhir tahun 2025 mencapai 82,52 persen. Dari catatan historis dua tahun terakhir, nilai ini mengalami kenaikan sebesar 8,5 persen dibandingkan tahun 2024 yang hanya tercatat 74,02 persen. Pertumbuhan tahunan APK SD di wilayah ini mencapai 11,48 persen pada periode 2024 ke 2025, menjadi satu-satunya periode kenaikan yang tercatat pada rentang data historis yang tersedia. Selama dua tahun tercatat, peringkat APK SD Papua Tengah tetap berada di urutan ke-6 dari seluruh provinsi di Pulau Papua, serta tetap menempati peringkat ke-39 secara nasional.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Kutai Timur | 2004 - 2025)
Kenaikan 8,5 persen yang terjadi pada tahun 2025 merupakan kenaikan tertinggi yang tercatat pada rentang data historis. Berdasarkan perbandingan periode yang tersedia, pertumbuhan tahun 2025 menunjukkan peningkatan yang jauh lebih signifikan dibandingkan rata-rata periode sebelumnya. Peringkat regional maupun nasional belum menunjukkan pergeseran selama dua tahun terakhir, meskipun nilai absolut partisipasi sekolah dasar mengalami peningkatan yang cukup besar di wilayah ini.
Pada tahun 2025, nilai APK SD Papua Tengah masih berada di bawah tiga provinsi pembanding yang tercatat. Wilayah Papua Pegunungan yang satu pulau mencatat nilai APK sebesar 84,31 persen, atau lebih tinggi 1,79 persen dibandingkan Papua Tengah. Sementara itu dua provinsi di Pulau Jawa yaitu Jawa Timur dan DI Yogyakarta masing-masing mencatat nilai 102,61 persen dan 101,78 persen, yang berada jauh di atas capaian wilayah Papua Tengah tahun 2025.
Dari sisi pertumbuhan tahunan, Papua Tengah mencatatkan pertumbuhan 11,48 persen yang jauh lebih tinggi dibandingkan seluruh provinsi pembanding. Papua Pegunungan hanya tumbuh 4,11 persen, Jawa Timur tumbuh sedikit sebesar 0,07 persen, bahkan DI Yogyakarta mengalami penurunan sedikit sebesar 0,32 persen pada periode yang sama. Hal ini menunjukkan laju peningkatan partisipasi sekolah dasar di Papua Tengah berjalan jauh lebih cepat dibandingkan ketiga wilayah pembanding tahun 2025.
Secara peringkat nasional tahun 2025, Papua Tengah berada di urutan 39, tepat di bawah Papua Pegunungan di peringkat 38, DI Yogyakarta peringkat 37 dan Jawa Timur peringkat 36. Meski peringkat masih tetap sama dibandingkan tahun sebelumnya, laju pertumbuhan yang paling tinggi di antara wilayah pembanding menunjukkan potensi pergeseran peringkat pada periode tahun berikutnya apabila tren kenaikan ini tetap berlanjut.
Jawa Timur
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Nusa Tenggara Barat 2015 - 2024)
Jawa Timur menempati peringkat 36 secara nasional dan peringkat 5 di Pulau Jawa untuk indikator APK SD tahun 2025, dengan nilai akhir tercatat sebesar 102,61 persen. Wilayah ini hanya mengalami pertumbuhan sedikit sebesar 0,07 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan selisih peningkatan nilai absolut sebesar 0,07 persen. Dari tiga provinsi pembanding, Jawa Timur memiliki nilai APK SD tertinggi, namun juga memiliki laju pertumbuhan tahunan terendah kedua setelah DI Yogyakarta yang mengalami penurunan. Peringkat regional wilayah ini satu tingkat lebih tinggi dibandingkan DI Yogyakarta yang berada di pulau yang sama.
DI Yogyakarta
DI Yogyakarta mencatatkan nilai Angka Partisipasi Kasar SD sebesar 101,78 persen pada akhir tahun 2025, menempati posisi peringkat 37 secara nasional dan peringkat 6 di wilayah Pulau Jawa. Wilayah ini merupakan satu-satunya dari seluruh wilayah yang dibandingkan yang mengalami penurunan nilai indikator, dengan penurunan sebesar 0,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai penurunan absolut mencapai 0,33 persen selama periode satu tahun. Meskipun mengalami penurunan, nilai APK SD DI Yogyakarta masih berada jauh di atas seluruh wilayah di Pulau Papua yang masuk dalam daftar perbandingan.
Papua Pegunungan
Papua Pegunungan berada di peringkat 38 secara nasional dan peringkat 5 di Pulau Papua untuk indikator APK SD tahun 2025, dengan nilai akhir tercatat sebesar 84,31 persen. Wilayah ini mengalami pertumbuhan sebesar 4,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan peningkatan nilai absolut sebesar 3,33 persen. Sebagai provinsi yang berada di pulau yang sama dengan Papua Tengah, nilai APK SD Papua Pegunungan 1,79 persen lebih tinggi, namun laju pertumbuhan tahunannya hampir tiga kali lebih rendah dibandingkan capaian Papua Tengah pada periode tahun yang sama.