Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Mamasa Turun 9,68% dalam 5 Tahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 12/05/2026 13:07 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat mencapai 8,03% pada 2025.

Angka tersebut naik 0,87% dari tahun sebelumnya sebesar 7,16%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 9,68%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Mamasa lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Mamasa yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 8,03% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 5 kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Barat, PoU di Kabupaten Mamasa ada di urutan ke-5. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Mamuju Utara (3,84%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Mamuju (9,79%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Barat pada 2025.

  1. Kabupaten Mamuju Utara: 3,84%
  2. Kabupaten Polewali Mandar: 5,23%
  3. Kabupaten Majene: 6,09%
  4. Kabupaten Mamuju Tengah: 6,53%
  5. Kabupaten Mamasa: 8,03%
  6. Kabupaten Mamuju: 9,79%

(Baca: Jumlah Penduduk Lansia di Indonesia pada 2025)

Data Populer

Loading...