Inflasi Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah di Kabupaten Sidenreng Rappang Bulan Mei -0,07%
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Pengeluaran perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah di Kabupaten Sidenreng Rappang pada Mei kemarin turun 0,07%. Angka ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 0,11%. Di antara sembilan kelompok inflasi yang diukur di daerah ini, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah menyumbang -0,07% inflasi daerah ini.
(Baca: Statistik Persentase Rumah Tangga dengan Akses ke Internet Periode 2013-2024)
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah di Kabupaten Sidenreng Rappang berada di level 100,69 pada Mei 2026, lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 100,76.
Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, inflasi perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah telah mencapai 0,1% (year on year/yoy). Sementara jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, pengeluaran di Kabupaten Sidenreng Rappang telah mengalami pertumbuhan 0,21% (year to date/ytd).
Hasil survei BPS, data per Mei 2026, 11 kelompok inflasi ini berada di urutan ketujuh di bandingkan sub kelompok lainnya.
(Baca: Provinsi dengan Populasi Sapi Potong Jantan yang Bisa Dipotong Tertinggi di Indonesia (2025))
Berikut ini inflasi subkelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah yang di ukur BPS per Mei di Kabupaten Sidenreng Rappang :
- Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah -0,07%
- Kelompok pemeliharaan, perbaikan dan keamanan -0,42%
Dibandingkan dengan 150 kabupaten/kota lain, inflasi perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tertinggi terjadi di Indonesia sebesar 0,28% dengan IHK sebesar 104.93 dan terendah terjadi di Kabupaten Gunung Kidul sebesar 0,46% dengan IHK sebesar 102.26. Sementara untuk Kabupaten Sidenreng Rappang ini menempati urutan 148.
Inflasi (umum) bulan Maret 2025 di tingkat nasional sebesar 1,65% naik dari bulan sebelumnya (month to month/m-to-m). Jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, inflasi umum nasional telah mencapai 1,5% (ytd) dan jika dibandingkan dengan posisi Mei 2025, telah terjadi inflasi sebesar 3,08% (yoy).
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.668 | -0.82 | |
| Neraca perdagangan (Apr) | 89,10 | -97.32 | |
| Ekspor Migas (Apr) | 1,16 | -9.81 | |
| Impor Migas (Apr) | 4,60 | +45.09 | |
| Ekspor (Apr) | 25,30 | +12.32 | |
| Impor (Apr) | 25,21 | +31.28 | |
| Kunjungan Wisman (Apr) | 1,25 | +14.75 | |
| Inflasi yoy (Mei) | 3,08% | +0.66 | |
| Inflasi mom (Mei) | 0,28% | +0.15 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| NTP (Mei) | 113,79 | +1.34 |