Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester Kabupaten Waropen, Papua tahun 2025. Persentase penduduk miskin saat ini tercatat 32,6 persen, naik sebesar 2,75 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 11.450 jiwa, dengan pertumbuhan sebesar 11,17 persen dibandingkan tahun 2024.
(Baca: Persentase Desa dengan Jaringan Sinyal 2,5G/E/GPRS di Sulawesi Selatan | 2025)
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencatat nilai terendah 29,16 persen pada tahun 2023. Nilai tertinggi terjadi pada tahun 2007 dengan angka 46,93 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan terendah tercatat -12,45 persen pada tahun 2014, sedangkan pertumbuhan tertinggi terjadi tahun ini sebesar 9,21 persen.
Pada tahun 2025, posisi persentase kemiskinan Kabupaten Waropen berada di peringkat 9 se-Indonesia dan peringkat 9 wilayah Pulau Papua. Dalam 5 tahun terakhir, rata-rata persentase kemiskinan wilayah ini berada di angka 30,34 persen, nilai tahun 2025 tercatat lebih tinggi sebesar 2,26 persen dari rata-rata 5 tahun tersebut.
Kabupaten Biak Numfor
Berduduk di peringkat 30 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 25,73 persen dengan pertumbuhan 9,68 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 39.740 jiwa, garis kemiskinan tercatat 712,46 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat berada di angka 48,00 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan pendapatan 3,29 persen tahunan.
Kabupaten Keerom
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Kecantikan Kab. Mamberamo Tengah | 2024)
Peringkat 59 se-Indonesia untuk tingkat kemiskinan, persentase penduduk miskin tercatat 17,76 persen dengan pertumbuhan 12,12 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 10.790 jiwa, garis kemiskinan mencapai 875,12 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat wilayah ini mencapai 58,53 juta rupiah per tahun, merupakan yang tertinggi kedua dari daftar kabupaten perbandingan.
Kabupaten Kepulauan Yapen
Terletak di peringkat 22 se-Indonesia, persentase penduduk miskin wilayah ini tercatat 28,00 persen dengan pertumbuhan 8,99 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 28.700 jiwa, garis kemiskinan tercatat 821,78 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat berada di angka 46,06 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 3,56 persen.
Kabupaten Mamberamo Raya
Menduduki peringkat 7 se-Indonesia untuk tingkat kemiskinan, persentase penduduk miskin tercatat 35,09 persen dengan pertumbuhan 15,85 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 9.320 jiwa, garis kemiskinan tercatat 905,39 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat wilayah ini merupakan yang tertinggi dari seluruh daftar perbandingan, yaitu 60,29 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Supiori
Menjadi wilayah dengan peringkat 1 se-Indonesia untuk tingkat kemiskinan, persentase penduduk miskin tercatat 42,56 persen dengan pertumbuhan 12,83 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 9.470 jiwa, garis kemiskinan tercatat 618,03 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat wilayah ini berada di angka 52,42 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 3,20 persen.