Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk kebutuhan kecantikan di Kabupaten Mamberamo Tengah pada tahun 2024 mencapai 17180 Rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 6,7 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih penambahan sebesar 1076,1 Rupiah per orang setiap bulannya. Selama periode tujuh tahun terakhir sejak 2018, nilai pengeluaran ini tercatat mengalami pergerakan naik turun secara signifikan setiap tahunnya.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Indragiri Hilir | 2004 - 2025)
Sepanjang tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran kecantikan wilayah ini pernah mencapai angka terendah pada tahun 2021 sebesar 7949 Rupiah per kapita per bulan. Satu tahun setelahnya yaitu tahun 2022, terjadi lonjakan kenaikan sebesar 127,6 persen menjadikan tahun tersebut sebagai periode dengan pengeluaran tertinggi untuk kebutuhan ini dalam kurun waktu tujuh tahun. Anomali penurunan sangat dalam pada tahun 2021 terjadi setelah sebelumnya pada tahun 2020 tercatat pengeluaran mencapai 14225 Rupiah.
Jika dibandingkan dengan total pengeluaran masyarakat, nilai pengeluaran kecantikan hanya menyumbang sekitar 1,01 persen dari total rata-rata pengeluaran per kapita per bulan. Nilai ini jauh lebih kecil dibandingkan pengeluaran untuk makanan jadi yang mencapai 77571 Rupiah, pengeluaran sabun mandi sebesar 61144 Rupiah, maupun pengeluaran untuk rokok dan tembakau yang mencapai 68918 Rupiah per kapita setiap bulannya.
Berdasarkan peringkat seluruh kabupaten dan kota di Indonesia, Kabupaten Mamberamo Tengah berada di urutan 479 untuk kategori pengeluaran kecantikan tahun 2024. Di tingkat provinsi Papua Pegunungan, wilayah ini menempati urutan ke enam dari tujuh kabupaten yang tercatat. Hanya Kabupaten Yahukimo yang memiliki nilai pengeluaran kecantikan lebih rendah dibandingkan wilayah ini pada tahun yang sama.
Dari seluruh kabupaten di lingkungan provinsi Papua Pegunungan, Kabupaten Lanny Jaya mencatat pengeluaran kecantikan tertinggi pada 2024 sebesar 49459 Rupiah dengan pertumbuhan 40,5 persen. Diikuti Kabupaten Jayawijaya sebesar 39961 Rupiah, Kabupaten Pegunungan Bintang 26124 Rupiah, Kabupaten Yalimo 24301 Rupiah, dan Kabupaten Nduga 17696 Rupiah. Seluruh urutan peringkat di tingkat provinsi tidak mengalami perubahan posisi dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Lhokseumawe | 2004 - 2025)
Kabupaten Lanny Jaya
Kabupaten Lanny Jaya secara konsisten menempati urutan pertama seluruh kabupaten di Papua Pegunungan untuk hampir seluruh kategori pengeluaran masyarakat. Pada tahun 2024, total pengeluaran per kapita per bulan wilayah ini mencapai 3033756 Rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 38,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan menyumbang 2085646 Rupiah dari total nilai tersebut, menjadikan wilayah ini sebagai satu-satunya kabupaten yang mencatat pertumbuhan positif untuk seluruh kategori pengeluaran utama pada tahun 2024.
Kabupaten Yalimo
Meskipun sempat menempati urutan kedua total pengeluaran masyarakat pada tahun sebelumnya, Kabupaten Yalimo mencatat penurunan untuk seluruh kategori pengeluaran pada 2024. Total pengeluaran per kapita wilayah ini turun sebesar 17,8 persen menjadi 2822294 Rupiah. Penurunan paling dalam terjadi pada kategori pengeluaran bukan makanan yang anjlok 15,9 persen, sementara pengeluaran makanan juga turun sebesar 19,2 persen dibandingkan tahun 2023.
Kabupaten Jayawijaya
Kabupaten Jayawijaya menempati urutan ketiga untuk total pengeluaran masyarakat di provinsi Papua Pegunungan tahun 2024. Nilai total pengeluaran per kapita wilayah ini tercatat 2164495 Rupiah, atau mengalami penurunan sedikit sebesar 1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Secara khusus untuk pengeluaran makanan, wilayah ini hampir tidak mengalami perubahan nilai, hanya tercatat perubahan 0 persen selama satu tahun periode pengamatan.
Kabupaten Mamberamo Tengah
Kabupaten Mamberamo Tengah secara konsisten berada di urutan keenam dari tujuh kabupaten yang ada di provinsi Papua Pegunungan untuk seluruh indikator pengeluaran masyarakat. Pada tahun 2024, total pengeluaran per kapita wilayah ini tercatat 1700959 Rupiah, mengalami kenaikan sedikit sebesar 1,9 persen. Kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan pengeluaran bukan makanan sebesar 13,8 persen, meskipun pada saat yang sama pengeluaran makanan wilayah ini justru mengalami penurunan sebesar 2,5 persen.