Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data persentase desa dengan jaringan sinyal 2,5G/E/GPRS di Provinsi Sulawesi Selatan sampai akhir tahun 2025. Pada tahun 2025, nilai indikator ini tercatat sebesar 1,18 persen, mengalami kenaikan sedikit sebesar 12,5% dibandingkan tahun 2024. Secara historis sejak 2018, nilai indikator ini menunjukkan tren turun secara konsisten selama 6 periode pencatatan, dengan total penurunan mencapai 85,95% sejak awal periode. Nilai tertinggi sepanjang catatan terjadi pada tahun 2018 sebesar 8,4 persen, sedangkan nilai terendah tercatat pada tahun 2024 sebesar 1,05 persen.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Mandailing Natal | 2004 - 2025)
Rata-rata pertumbuhan indikator ini selama 3 tahun terakhir tercatat minus 22,83% per tahun, lebih baik dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang mencapai minus 29,37% per tahun. Ini menunjukkan laju penurunan persentase desa bersinyal 2,5G di Sulawesi Selatan mulai melambat dalam tiga tahun terakhir. Peringkat Sulawesi Selatan di lingkup Pulau Sulawesi juga mengalami peningkatan dari peringkat 6 secara berturut-turut selama 4 tahun, menjadi peringkat 4 pada tahun 2025. Sementara peringkat nasional juga membaik dari posisi 30 pada 2024 menjadi posisi 24 di tahun 2025.
Pada tahun 2025, Sulawesi Selatan mencatatkan nilai 1,18 persen untuk indikator ini, lebih tinggi dibandingkan Sulawesi Utara yang hanya mencapai 0,87 persen dan berada di peringkat 5 wilayah Pulau Sulawesi. Dibandingkan provinsi lain di luar pulau, nilai Sulawesi Selatan berada di atas Lampung, Aceh, Sumatera Barat serta wilayah Papua yang mencatatkan nilai di bawah 1 persen pada periode yang sama. Laju pertumbuhan tahun 2025 Sulawesi Selatan sebesar 12,5% juga menjadi salah satu pertumbuhan positif tertinggi dibandingkan sebagian besar provinsi pembanding yang sebagian besar masih mencatatkan pertumbuhan negatif.
Kalimantan Selatan
Kalimantan Selatan menempati peringkat 5 wilayah Pulau Kalimantan dan peringkat 21 nasional untuk indikator persentase desa bersinyal 2,5G tahun 2025, dengan nilai akhir tercatat sebesar 1,54 persen. Wilayah ini mengalami penurunan pertumbuhan sebesar 35,41% dibandingkan periode sebelumnya, menjadi salah satu penurunan terbesar diantara seluruh provinsi pembanding. Nilai akhir Kalimantan Selatan masih lebih tinggi 30,5 persen dibandingkan nilai Sulawesi Selatan pada tahun yang sama, meskipun laju penurunannya jauh lebih tajam dibandingkan wilayah Sulawesi Selatan yang justru mencatatkan pertumbuhan positif.
Sumatera Barat
Sumatera Barat berada di peringkat 7 wilayah Pulau Sumatera dan peringkat 22 nasional pada tahun 2025, mencatatkan nilai akhir indikator sebesar 1,4 persen. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 12,41% dibandingkan tahun sebelumnya, angka pertumbuhan yang hampir sama persis dengan capaian Sulawesi Selatan pada periode yang sama. Nilai Sumatera Barat berada 18,6 persen di atas nilai Sulawesi Selatan tahun 2025, dengan selisih peringkat nasional hanya terpaut 2 tingkat dibawah posisi Sulawesi Selatan.
Aceh
Aceh menempati urutan ke 8 wilayah Pulau Sumatera dan peringkat 23 nasional untuk indikator ini tahun 2025, dengan nilai akhir tercatat sebesar 1,27 persen. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan positif sedikit sebesar 1,27% dibandingkan tahun sebelumnya, laju pertumbuhan yang jauh lebih lambat dibandingkan Sulawesi Selatan yang mencapai 12,5% pada periode sama. Selisih nilai antara Aceh dan Sulawesi Selatan hanya terpaut 0,09 persen, dengan peringkat nasional terpaut hanya 1 tingkat di atas posisi Sulawesi Selatan.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Indragiri Hilir | 2004 - 2025)
Papua Barat Daya
Papua Barat Daya menempati peringkat 5 wilayah Pulau Papua dan peringkat 25 nasional tahun 2025, mencatatkan nilai akhir indikator sebesar 1,04 persen. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 21,43% dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi satu dari tiga wilayah Papua yang masuk dalam daftar pembanding dengan nilai di bawah 1,1 persen. Nilai Papua Barat Daya tercatat 11,9 persen lebih rendah dibandingkan nilai Sulawesi Selatan tahun 2025, dengan peringkat nasional berada satu tingkat dibawah posisi Sulawesi Selatan.
Lampung
Lampung berada di peringkat 9 wilayah Pulau Sumatera dan peringkat 26 nasional pada tahun 2025, mencatatkan nilai akhir indikator sebesar 0,9 persen. Wilayah ini mengalami penurunan pertumbuhan sebesar 29,33% dibandingkan periode sebelumnya, salah satu penurunan terbesar diantara provinsi wilayah Sumatera. Nilai Lampung tercatat 23,7 persen lebih rendah dibandingkan capaian Sulawesi Selatan pada tahun yang sama, dengan peringkat nasional terpaut 2 tingkat dibawah posisi Sulawesi Selatan.
Sulawesi Utara
Sulawesi Utara menempati peringkat 5 wilayah Pulau Sulawesi dan peringkat 27 nasional tahun 2025, mencatatkan nilai akhir indikator sebesar 0,87 persen. Wilayah ini mengalami penurunan sebesar 23,81% dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi satu-satunya wilayah lain dari Pulau Sulawesi yang masuk dalam daftar pembanding. Nilai Sulawesi Utara tercatat 26,3 persen lebih rendah dibandingkan capaian Sulawesi Selatan pada periode sama, dengan peringkat di dalam pulau berada satu tingkat dibawah posisi Sulawesi Selatan yang menempati urutan 4.
Papua Selatan
Papua Selatan menempati peringkat 6 wilayah Pulau Papua dan berbagi peringkat 27 nasional tahun 2025, mencatatkan nilai akhir indikator sebesar 0,87 persen sama persis dengan Sulawesi Utara. Wilayah ini mengalami penurunan terbesar diantara seluruh provinsi pembanding yaitu sebesar 57,14% dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai Papua Selatan tercatat 26,3 persen lebih rendah dibandingkan capaian Sulawesi Selatan pada tahun 2025, menjadi nilai terendah dari seluruh provinsi yang tercatat dalam daftar pembanding.