Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Kulonprogo pada tahun 2024 sebesar 37652 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 27,7 persen dibandingkan tahun 2023 yang sempat mencatat pengeluaran tertinggi dalam rentang 7 tahun terakhir sebesar 52048 rupiah per kapita per bulan. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, tercatat pergerakan nilai pengeluaran yang naik selama 4 tahun berturut-turut sebelum akhirnya terjadi penurunan pada tahun 2024.
(Baca: DKI Jakarta Catatkan Rata-Rata Pengeluaran per Kapita per Bulan untuk bukan Makanan Tertinggi)
Nilai pengeluaran perawatan kulit tersebut menyumbang sekitar 20,1 persen dari total pengeluaran per kapita untuk kategori kecantikan, dan hanya 3 persen dari total pengeluaran seluruh barang dan jasa masyarakat Kabupaten Kulonprogo. Sebagai perbandingan, pengeluaran untuk sabun mandi tercatat lebih tinggi sebesar 52448 rupiah per kapita, sedangkan pengeluaran untuk makanan jadi mencapai 171650 rupiah setiap bulannya. Masyarakat Kabupaten Kulonprogo juga mengalokasikan pengeluaran untuk rokok dan tembakau lebih dari dua kali lipat dibandingkan alokasi untuk perawatan kulit.
Sepanjang tujuh tahun data yang tercatat, kenaikan tertinggi pengeluaran perawatan kulit terjadi pada tahun 2022 dengan persentase peningkatan sebesar 58,1 persen dari tahun sebelumnya. Setelah kenaikan besar tersebut, pengeluaran kembali naik sebesar 39,2 persen pada tahun 2023 sebelum akhirnya mengalami penurunan besar pada tahun 2024. Penurunan pada tahun 2024 menjadi anomali karena merupakan penurunan terbesar yang pernah tercatat sepanjang periode data yang tersedia.
Berdasarkan perbandingan seprovinsi DI Yogyakarta, Kabupaten Kulonprogo menempati urutan ke 4 dari total 5 kabupaten dan kota yang ada untuk kategori pengeluaran perawatan kulit tahun 2024. Urutan teratas dipegang oleh Kabupaten Sleman dengan pengeluaran 93002 rupiah, disusul Kota Yogyakarta 79073 rupiah, Kabupaten Bantul 66010 rupiah, kemudian Kabupaten Kulonprogo, dan urutan terakhir Kabupaten Gunung Kidul dengan nilai 35162 rupiah. Seluruh wilayah di provinsi ini kecuali Kabupaten Sleman mencatat penurunan pengeluaran perawatan kulit pada tahun 2024.
Kabupaten Sleman
Kabupaten Sleman secara konsisten menempati peringkat pertama seluruh kategori pengeluaran per kapita di Provinsi DI Yogyakarta. Pada tahun 2024, total pengeluaran per kapita gabungan makanan dan bukan makanan mencapai 2805553 rupiah per bulan, dengan pertumbuhan sebesar 9,3 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran bukan makanan di wilayah ini juga tumbuh 11,7 persen menjadi 1761838 rupiah, sementara pengeluaran makanan naik sedikit sebesar 5,4 persen. Nilai total pengeluaran ini hampir dua setengah kali lipat dibandingkan nilai total pengeluaran yang tercatat di Kabupaten Kulonprogo.
(Baca: Harga Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga di Kabupaten Sorong Turun 0,16%)
Kota Yogyakarta
Kota Yogyakarta menempati peringkat kedua seluruh indikator pengeluaran per kapita di provinsi ini. Wilayah ini mencatat pertumbuhan pengeluaran bukan makanan tertinggi sebesar 23,4 persen pada tahun 2024, menjadi 1757442 rupiah per kapita per bulan. Total pengeluaran gabungan makanan dan bukan makanan tumbuh sebesar 20,7 persen, sedangkan pengeluaran makanan tumbuh sebesar 16,1 persen. Meskipun mengalami penurunan besar untuk pengeluaran perawatan kulit, secara keseluruhan daya beli masyarakat di Kota Yogyakarta menunjukkan kenaikan yang konsisten pada tahun 2024.
Kabupaten Bantul
Kabupaten Bantul menempati urutan ketiga untuk seluruh kategori pengeluaran masyarakat di Provinsi DI Yogyakarta. Pada tahun 2024, wilayah ini mencatat penurunan pengeluaran bukan makanan sebesar 7,5 persen menjadi 1164532 rupiah, serta penurunan sedikit total pengeluaran gabungan sebesar 2,5 persen. Hanya kategori pengeluaran makanan yang mengalami kenaikan sebesar 5,6 persen pada tahun tersebut. Sama seperti Kabupaten Kulonprogo, wilayah ini juga mencatat penurunan yang cukup besar untuk pengeluaran kategori perawatan kulit pada tahun 2024.
Kabupaten Gunung Kidul
Kabupaten Gunung Kidul menempati urutan terakhir seluruh indikator pengeluaran per kapita sebelum penurunan yang terjadi di Kabupaten Kulonprogo pada tahun 2024. Wilayah ini mencatat kenaikan pengeluaran makanan sebesar 12,3 persen, kenaikan total pengeluaran gabungan sebesar 8,8 persen, serta kenaikan pengeluaran bukan makanan sebesar 5,5 persen. Meskipun nilai absolut pengeluaran perawatan kulit masih berada di bawah Kabupaten Kulonprogo, wilayah ini hanya mengalami penurunan sedikit sebesar 2,2 persen untuk kategori tersebut pada tahun 2024.