Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHB Sektor Industri Tekstil dan Pakaian Jadi Provinsi Nusa Tenggara Timur pada akhir tahun 2025 mencapai nilai 433,53 Rp miliar. Sepanjang 16 tahun periode data sejak 2010, sektor ini menunjukkan tren naik secara konsisten dengan pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 10,5 persen. Pada tahun 2025, nilai sektor ini mengalami kenaikan sebesar 11,66 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan nilai sebesar 45,26 Rp miliar. Pertumbuhan tahun 2025 berada sedikit di bawah rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir yang mencapai 14,91 persen, namun masih lebih baik dibanding rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang tercatat 11,14 persen.
(Baca: Harga Bawang Merah Ukuran sedang di Maluku Utara Termahal Nasional (Selasa, 14 Juli 2026))
Sepanjang riwayat data, kenaikan pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2019 dengan capaian pertumbuhan 20,36 persen, sementara penurunan hanya terjadi sebanyak dua kali yakni pada tahun 2020 dan 2021 masing-masing turun 3,01 persen dan -1,16 persen. Posisi ranking Nusa Tenggara Timur di wilayah Pulau Nusa Tenggara dan Bali berada di peringkat 2 sejak tahun 2015 hingga 2025, tidak mengalami perubahan peringkat selama 10 tahun terakhir. Secara nasional, provinsi ini konsisten menempati peringkat 12 nasional untuk sektor ini selama periode yang sama.
Bali
Bali menempati posisi pertama tertinggi di wilayah Pulau Nusa Tenggara dan Bali untuk nilai PDRB sektor industri tekstil dan pakaian jadi tahun 2025, dengan total nilai mencapai 1058,19 Rp miliar. Nilai ini tumbuh sebesar 4,18 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan penambahan nilai sebesar 42,46 Rp miliar. Secara nasional, Bali berada di peringkat 9, menjadi satu-satunya provinsi di kawasan Nusa Tenggara dan Bali yang masuk dalam 10 besar nasional untuk sektor ini. Pertumbuhan Bali pada tahun terakhir tercatat lebih rendah dibanding rata-rata pertumbuhan Nusa Tenggara Timur pada periode yang sama.
(Baca: Produksi Kembang Kol Sumatera Utara Tertinggi pada 2024)
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Barat menempati peringkat ketiga di wilayah pulau yang sama, dengan total nilai PDRB sektor tekstil tahun 2025 sebesar 283,99 Rp miliar. Pertumbuhan tahunan sektor ini di provinsi ini tercatat sebesar 3,51 persen, dengan penambahan nilai sebesar 9,62 Rp miliar dibanding tahun sebelumnya. Secara nasional, Nusa Tenggara Barat berada di peringkat 14, berada dua peringkat di bawah Nusa Tenggara Timur. Selisih nilai total antara Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat pada tahun 2025 mencapai 149,54 Rp miliar.
Provinsi Perbandingan Luar Kawasan
Di luar kawasan Nusa Tenggara, tercatat Riau menempati peringkat 10 nasional dengan nilai 568,78 Rp miliar dan pertumbuhan 12,21 persen, Sumatera Utara peringkat 11 nasional dengan nilai 510,93 Rp miliar, Kalimantan Selatan peringkat 13 dengan nilai 333,47 Rp miliar, serta Kalimantan Barat peringkat 15 dengan nilai 228,62 Rp miliar. Dari seluruh provinsi yang dibandingkan, hanya Riau yang mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi dibanding capaian pertumbuhan Nusa Tenggara Timur tahun 2025. Semua provinsi di kawasan Kalimantan untuk sektor ini memiliki nilai total di bawah capaian Nusa Tenggara Timur pada periode yang sama.