- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data historis PDB Paritas Daya Beli Argentina per tahun 2024 menunjukkan nilai mencapai 420,08 unit. Angka ini merupakan lonjakan tertinggi sepanjang catatan 10 tahun terakhir, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 200,65% dibandingkan tahun 2023. Selama tiga tahun terakhir yakni 2022, 2023 dan 2024, tercatat akselerasi pertumbuhan yang terus membesar setiap tahun tanpa penurunan satu kali pun.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Serang | 2009 - 2025)
Jika dibandingkan rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir, angka pertumbuhan 2024 tercatat 72% lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan periode 2021-2023. Sedangkan rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir 2020-2024 berada di angka 72,51%, menunjukkan periode tiga tahun terakhir memiliki performa pertumbuhan 2,1 kali lipat lebih baik dibandingkan rata-rata lima tahun.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Argentina terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Selama 10 tahun catatan data, titik terendah pertumbuhan PDB PPP Argentina terjadi pada tahun 2017 dengan pertumbuhan 23,79%. Sedangkan anomali lonjakan ekstrem baru terjadi mulai tahun 2023, dimana pertumbuhan melewati angka 100% untuk pertama kalinya, lalu berlipat ganda kembali pada tahun 2024. Fluktuasi data ini berarti pertumbuhan yang awalnya stabil di rentang 23%-58% selama 8 tahun pertama, lalu melonjak 2 hingga 4 kali lipat dari rentang normal dalam 2 tahun terakhir.
Untuk peringkat regional di wilayah Amerika Selatan, Argentina tetap mempertahankan posisi peringkat 3 sejak tahun 2020 sampai dengan tahun 2024. Tidak ada perubahan peringkat selama 5 tahun terakhir, meskipun terjadi lonjakan nilai PDB PPP yang sangat signifikan di dalam negeri. Posisi ini berada di bawah Kolombia pada peringkat 1 dan Chili pada peringkat 2 wilayah Amerika Selatan.
(Baca: Harga Makanan, Minuman dan Tembakau di Kabupaten Kayong Utara Naik 0,9%)
Dibandingkan negara lain di wilayah yang sama, pertumbuhan PDB PPP Argentina tahun 2024 jauh melampaui seluruh negara di Amerika Selatan. Bahkan negara dengan pertumbuhan tertinggi kedua setelah Argentina yaitu Guyana hanya mencatatkan pertumbuhan 54,75%, atau kurang dari seperempat dari pertumbuhan yang dicapai Argentina pada tahun ini.
IMF juga merilis proyeksi sampai tahun 2030, dimana setelah lonjakan 2024, pertumbuhan akan mengalami kontraksi secara bertahap. Kontraksi pertumbuhan yang dimaksud disini adalah penurunan tingkat persentase kenaikan setiap tahun, bukan penurunan nilai absolut PDB PPP. Dimana pertumbuhan akan turun dari 200,65% pada 2024 menjadi 26,73% pada 2025, lalu terus menurun sampai berada di rentang 5% pada tahun 2027 sampai 2030.
Meskipun tingkat pertumbuhan akan menurun drastis setelah tahun 2024, nilai absolut PDB PPP Argentina diproyeksikan akan terus naik setiap tahun tanpa ada penurunan sampai setidaknya tahun 2030. Secara keseluruhan proyeksi menunjukkan kondisi ekonomi akan kembali menuju tingkat pertumbuhan normal setelah periode lonjakan ekstrem tahun 2023 dan 2024, tanpa tanda-tanda kontraksi nilai absolut sampai akhir periode proyeksi.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| PDB ADHK (Q4 2025) | 3.474,50 | +0.86 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17 | -0.03 | |
| Neraca perdagangan (Mar) | 3,32 | +160.82 | |
| Ekspor Migas (Mar) | 1,28 | +18.60 | |
| Impor Migas (Mar) | 3,17 | +58.74 | |
| Ekspor (Mar) | 22,53 | +1.62 | |
| Impor (Mar) | 19,21 | -8.08 | |
| Kunjungan Wisman (Feb) | 1,16 | -2.42 | |
| Inflasi yoy (Apr) | 2,42% | -1.06 | |
| Inflasi mom (Mar) | 0,41% | -0.27 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| NTP (Apr) | 112,29 | +0.43 |