Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kota Serang tahun 2025 sebesar 5,51 persen. Angka ini turun sedikit 0,14 persen dibanding tahun 2024, dengan jumlah penduduk miskin tercatat 41.070 jiwa. Secara pertumbuhan tahunan, angka kemiskinan wilayah ini mengalami penurunan sebesar 2,48 persen.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kabupaten Takalar 164,66 Ribu dan Angka Pengangguran 3,84%)
Data historis sejak 2009 menunjukkan angka kemiskinan Kota Serang berada pada titik tertinggi sebesar 7,02 persen pada tahun 2010, dan titik terendah sebesar 5,28 persen pada tahun 2019. Sepanjang periode 16 tahun tersebut, pertumbuhan kemiskinan terbesar tercatat sebesar 14,77 persen pada tahun 2020, dan penurunan terbesar mencapai 12,52 persen pada tahun 2022.
Ranking persentase kemiskinan Kota Serang secara nasional berada di urutan 407 dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia. Sementara itu di wilayah Pulau Jawa, wilayah ini menempati urutan 98. Selama 16 tahun terakhir, peringkat nasional wilayah ini pernah berada di posisi terendah 438 pada tahun 2017 dan posisi tertinggi 398 pada tahun 2021.
Kota Cilegon
Berada di peringkat 491 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka kemiskinan 3,44 persen dengan penurunan sebesar 8,27 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin tercatat 16.050 jiwa, garis kemiskinan sebesar 696,40 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 322,68 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 6,54 persen.
Kabupaten Lebak
Peringkat 287 secara nasional, persentase kemiskinan di wilayah ini tercatat 8,03 persen dengan penurunan sebesar 4,86 persen pada periode terakhir. Terdapat 106.520 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan berada di angka 455,83 ribu rupiah per kapita per bulan, sementara pendapatan per kapita masyarakat hanya sebesar 27,72 juta rupiah per tahun.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Halmahera Timur | 2004 - 2025)
Kabupaten Pandeglang
Menempati peringkat 267 nasional, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan sebesar 8,51 persen yang turun sebesar 7,30 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 105.350 jiwa, garis kemiskinan tercatat 501,77 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 28,96 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Serang
Pada peringkat 452 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 4,48 persen dengan penurunan kecil sebesar 0,67 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 68.510 jiwa, garis kemiskinan berada di 461,39 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 63,28 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Tangerang
Berada di peringkat 354 secara nasional, persentase kemiskinan wilayah ini sebesar 6,42 persen yang turun sebesar 1,98 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 265.900 jiwa, garis kemiskinan tercatat 655,32 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 58,18 juta rupiah per tahun.
Kota Tangerang
Peringkat 417 secara nasional, persentase kemiskinan di wilayah ini tercatat 5,19 persen dengan penurunan sebesar 4,42 persen dibanding tahun sebelumnya. Terdapat 124.760 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan berada di angka 838,54 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 122,82 juta rupiah per tahun.