Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kota Serang semester tahun 2025 sebesar 5,51 persen. Angka ini turun sedikit 2,48 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 5,65 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 41.070 jiwa, turun 550 jiwa dari periode sebelumnya, dengan total penduduk 745.104 jiwa.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Jepara | 2004 - 2025)
Selama periode 2009 sampai 2025, persentase kemiskinan Kota Serang mengalami kenaikan dan penurunan berulang. Angka tertinggi tercatat pada tahun 2021 sebesar 6,79 persen, sedangkan angka terendah dicapai pada tahun 2019 sebesar 5,28 persen. Posisi rank nasional wilayah ini berada di urutan 407 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir Kota Serang adalah 5,79 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 6,02 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2010 sebesar 13,41 persen, dan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2016 sebesar 11,15 persen. Posisi rank nasional wilayah ini bergeser turun 11 peringkat dari tahun 2024.
Kota Cilegon
Wilayah ini menempati urutan 491 nasional untuk persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 3,44 persen. Terdapat penurunan 8,27 persen untuk indikator ini pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 16.050 jiwa, pendapatan per kapita mencapai 322,68 juta rupiah per tahun, sedangkan garis kemiskinan ditetapkan sebesar 696,40 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Lebak
Persentase kemiskinan tercatat 8,03 persen dengan posisi rank nasional nomor 287. Angka ini mengalami penurunan 4,86 persen pada periode pelaporan terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 106.520 jiwa, pendapatan per kapita masyarakat tercatat 27,72 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 455,83 ribu rupiah per kapita per bulan.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kabupaten Batang 485,65 Ribu dan Angka Pengangguran 5,07 Persen)
Kabupaten Pandeglang
Memiliki posisi rank 267 nasional untuk indikator persentase kemiskinan dengan nilai 8,51 persen. Angka tersebut mengalami penurunan 7,30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 105.350 jiwa, pendapatan per kapita wilayah ini tercatat 28,96 juta rupiah per tahun, garis kemiskinan ditetapkan 501,77 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Serang
Berada pada urutan 452 nasional untuk persentase kemiskinan dengan angka tercatat 4,48 persen. Terdapat penurunan 0,67 persen untuk indikator ini pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 68.510 jiwa, pendapatan per kapita masyarakat tercatat 63,28 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 461,39 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Tanggerang
Menempati urutan 354 nasional untuk persentase kemiskinan dengan nilai 6,42 persen. Angka ini mengalami penurunan 1,98 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 265.900 jiwa, pendapatan per kapita wilayah tercatat 58,18 juta rupiah per tahun, garis kemiskinan ditetapkan 655,32 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kota Tanggerang
Memiliki posisi rank 417 nasional untuk indikator persentase kemiskinan dengan angka tercatat 5,19 persen. Angka tersebut mengalami penurunan 4,42 persen pada periode pelaporan terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 124.760 jiwa, pendapatan per kapita masyarakat tercatat 122,82 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 838,54 ribu rupiah per kapita per bulan.