Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara periode semester 2025. Angka persentase penduduk miskin tercatat 10,54 persen, turun sebesar 11,5 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin wilayah ini tercatat 11.050 jiwa, berkurang 1.220 jiwa dari periode 2024.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Seruyan 2016-2025)
Sepanjang periode 2004 hingga 2025, persentase kemiskinan wilayah ini mencapai titik tertinggi pada tahun 2005 sebesar 24,48 persen. Angka terendah tercatat pada tahun 2025 yakni 10,54 persen. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 11,64 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 12,98 persen.
Posisi rank persentase kemiskinan Kabupaten Halmahera Timur secara nasional berada di urutan 191 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Posisi ini bergeser 17 peringkat dibanding tahun 2024 yang berada di urutan 174. Pertumbuhan penurunan angka kemiskinan tahun 2025 merupakan penurunan terbesar dalam 5 tahun terakhir wilayah ini.
Kabupaten Halmahera Barat
Berada di urutan 292 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 7,90 persen dengan penurunan sebesar 9,71 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 9.690 jiwa. Garis kemiskinan berada di angka 525,33 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 22,78 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 6,66 persen.
(Baca: Harga Penyediaan Makanan dan Minuman / Restoran di Kota Malang Naik 0,61%)
Kabupaten Halmahera Tengah
Menduduki peringkat 244 secara nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 9,16 persen dengan penurunan sebesar 14,47 persen pada tahun terakhir. Tercatat 5.610 jiwa penduduk masuk kategori miskin. Garis kemiskinan berada di angka 647,98 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita mencapai 870,96 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 63,68 persen.
Kabupaten Kepulauan Sula
Peringkat 301 secara nasional menjadi posisi wilayah ini untuk indikator persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 7,65 persen dan penurunan sebesar 3,89 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin berada di angka 8.050 jiwa. Garis kemiskinan tercatat 529,75 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 32,72 juta rupiah per tahun.