Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Seram Bagian Barat tahun 2025 sebesar 21,85 persen. Angka ini turun 0,46 poin dibanding tahun sebelumnya, dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 38.010 jiwa atau berkurang 770 jiwa dari periode sebelumnya. Wilayah ini menempati peringkat 44 nasional dan peringkat 4 se-Pulau Maluku.
Selama periode 2005 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi pada tahun 2006 sebesar 39,59 persen. Angka terendah tercatat pada tahun 2025 sebesar 21,85 persen. Peringkat nasional wilayah ini pernah berada di urutan 17 pada tahun 2005, kemudian bergeser hingga stabil berada di sekitar urutan 44 sampai 47 nasional sejak tahun 2017.
(Baca: Rata-Rata Upah atau Gaji Bersih Sebulan Pekerja Formal Jasa Lainnya di Maluku | 2025)
Selama tiga tahun terakhir, rata-rata persentase kemiskinan wilayah ini berada di angka 22,18 persen. Sedangkan rata-rata lima tahun terakhir tercatat 22,81 persen. Pertumbuhan penurunan angka kemiskinan terbesar terjadi pada tahun 2022 sebesar 11,95 persen, sedangkan pertumbuhan kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2015 sebesar 10,76 persen.
Kabupaten Kepulauan Aru
Berada di peringkat 40 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 23,10 persen dengan penurunan sedikit sebesar 1,24 persen tahun terakhir. Terdapat 22.250 jiwa penduduk miskin, pendapatan per kapita masyarakat sebesar 46,19 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 673,36 ribu rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan pendapatan per kapita wilayah ini merupakan yang tertinggi diantara kelompok kabupaten perbandingan.
Kabupaten Maluku Barat Daya
Peringkat 23 nasional angka kemiskinan menjadi posisi tertinggi diantara seluruh kabupaten perbandingan, dengan persentase kemiskinan tercatat 27,65 persen. Penurunan angka kemiskinan sebesar 1,07 persen terjadi pada tahun terakhir, dengan jumlah penduduk miskin 20.430 jiwa. Pendapatan per kapita penduduk wilayah ini sebesar 38,81 juta rupiah per tahun, dan garis kemiskinan tercatat 719,25 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Kepulauan Tanimbar
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Buru Selatan | 2024)
Persentase kemiskinan berada pada angka 23,38 persen dengan peringkat 38 nasional, mengalami penurunan 1,18 persen di tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 26.460 jiwa, menjadi jumlah penduduk miskin terbesar diantara kelompok wilayah perbandingan. Pendapatan per kapita masyarakat wilayah ini sebesar 29,05 juta rupiah per tahun, menjadi angka pendapatan terendah kedua pada daftar perbandingan.
Kabupaten Maluku Tenggara
Wilayah ini menempati peringkat 46 nasional untuk persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 21,16 persen. Hanya terjadi penurunan 0,28 persen angka kemiskinan pada tahun terakhir, menjadi penurunan terkecil kedua diantara seluruh kabupaten yang dibandingkan. Terdapat 21.420 jiwa penduduk miskin, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 36,62 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Seram Bagian Timur
Berada di peringkat 47 nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 20,90 persen dengan penurunan 0,62 persen tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin sebesar 24.330 jiwa, dengan pendapatan per kapita penduduk sebesar 25,24 juta rupiah per tahun. Angka pendapatan ini menjadi yang terendah diantara seluruh kabupaten pada daftar perbandingan, disertai pertumbuhan garis kemiskinan tertinggi sebesar 9,64 persen.
Kota Tual
Peringkat 55 nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 19,39 persen dan mengalami penurunan 3,10 persen tahun terakhir. Angka penurunan ini menjadi yang terbesar diantara seluruh wilayah yang dibandingkan, dengan jumlah penduduk miskin 15.940 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar 38,39 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan tertinggi sebesar 777,96 ribu rupiah per kapita per bulan.