Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semesteran Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku tahun 2025. Persentase penduduk miskin saat ini berada di angka 21,85 persen, turun 2,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 38.010 jiwa, berkurang 770 jiwa dari periode sebelumnya.
Selama periode 2005 hingga 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai nilai tertinggi 39,59 persen pada tahun 2006. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir sebesar 22,18 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 22,87 persen. Posisi ranking nasional saat ini berada di urutan 44 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kab. Biak Numfor | 2024)
Dari 6 kabupaten kota tetangga di Provinsi Maluku dengan nilai persentase kemiskinan berdekatan, Kabupaten Seram Bagian Barat menempati urutan tengah. Semua wilayah tercatat mencatatkan penurunan persentase kemiskinan pada periode terakhir, dengan penurunan terbesar terjadi di Kota Tual sebesar 3,10 persen.
Kabupaten Kepulauan Aru
Wilayah ini menempati ranking 40 nasional untuk persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 23,10 persen. Terdapat 22.250 jiwa penduduk miskin dari total 96.298 jiwa penduduk total. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 46,19 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 673,36 ribu rupiah per kapita per bulan. Pada periode terakhir, persentase kemiskinan turun 1,24 persen.
Kabupaten Maluku Barat Daya
Ranking persentase kemiskinan nasional berada di urutan 23, dengan angka kemiskinan 27,65 persen. Dari total 73.870 jiwa penduduk, tercatat 20.430 jiwa masuk kategori penduduk miskin. Pendapatan per kapita wilayah sebesar 38,81 juta rupiah per tahun, sementara garis kemiskinan ditetapkan 719,25 ribu rupiah per kapita per bulan. Penurunan persentase kemiskinan pada tahun terakhir sebesar 1,07 persen.
Kabupaten Kepulauan Tanimbar
(Baca: Data 2025: Jumlah Penduduk Kabupaten Semarang 1,12 Juta Jiwa)
Urutan ranking nasional persentase kemiskinan berada di posisi 38, dengan nilai 23,38 persen. Terdapat 26.460 jiwa penduduk miskin dari total populasi 113.157 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 29,05 juta rupiah per tahun. Persentase kemiskinan turun 1,18 persen pada periode terakhir, menjadikan wilayah ini salah satu yang mencatatkan penurunan cukup besar di kelompok perbandingan.
Kabupaten Maluku Tenggara
Menempati ranking 46 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 21,16 persen. Dari total populasi 101.263 jiwa, terdapat 21.420 jiwa penduduk yang masuk kategori miskin. Pendapatan per kapita wilayah sebesar 36,62 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan 728,29 ribu rupiah per kapita per bulan. Penurunan kemiskinan pada tahun terakhir sedikit, hanya 0,28 persen.
Kabupaten Seram Bagian Timur
Ranking nasional persentase kemiskinan berada di urutan 47, dengan angka kemiskinan 20,90 persen. Dari total 116.381 jiwa penduduk, tercatat 24.330 jiwa penduduk miskin. Pendapatan per kapita masyarakat wilayah ini paling rendah diantara kelompok, yaitu 25,24 juta rupiah per tahun. Garis kemiskinan ditetapkan 524,88 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan penurunan kemiskinan 0,62 persen pada periode terakhir.
Kota Tual
Menempati ranking 55 nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan nilai 19,39 persen. Ini merupakan nilai persentase kemiskinan terendah diantara seluruh wilayah kelompok perbandingan ini. Pendapatan per kapita sebesar 38,39 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan 777,96 ribu rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatatkan penurunan kemiskinan terbesar sebesar 3,10 persen pada tahun terakhir.