Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Jayapura Turun 8,76% dalam 5 Tahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 03/05/2026 08:47 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Jayapura, Papua (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Jayapura, Papua sebesar 23,38% pada 2025.

Angka tersebut naik 2,28% dari tahun sebelumnya sebesar 21,1%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 8,76%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Jayapura lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Jayapura yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 23,38% dari total penduduk.

Dibanding 8 kabupaten/kota lain di Provinsi Papua, PoU di Kabupaten Jayapura ada di urutan ke-2. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Jayapura (12,49%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Mamberamo Raya (59,17%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Papua pada 2025.

  1. Kota Jayapura: 12,49%
  2. Kabupaten Jayapura: 23,38%
  3. Kabupaten Kepulauan Yapen: 30,31%
  4. Kabupaten Waropen: 33,62%
  5. Kabupaten Supiori: 34,01%
  6. Kabupaten Biak Numfor: 34,26%
  7. Kabupaten Sarmi: 35,73%
  8. Kabupaten Keerom: 39,89%
  9. Kabupaten Mamberamo Raya: 59,17%

(Baca: OIKN Minta Anggaran Rp48,8 T untuk Pembangunan hingga 2028)

Data Populer

Loading...