Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Lebong, Bengkulu sebesar 10,45 persen pada 2024. Angka ini sedikit turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 11,15 persen. Dengan jumlah penduduk 114.774 jiwa, terdapat 12.510 penduduk miskin di Lebong.
Kabupaten Lebong menduduki peringkat ke-226 secara nasional dan ke-56 di Pulau Sumatera dalam hal persentase kemiskinan. Pertumbuhan persentase penduduk miskin mengalami penurunan turun 6,28 persen. Dibandingkan dengan kabupaten lain di Bengkulu, Lebong menunjukkan kinerja yang bervariasi.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Gorontalo Utara Periode 2007 - 2024)
Data historis kemiskinan menunjukkan fluktuasi. Persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada 2006 sebesar 18,91 persen, sedangkan terendah pada 2024 yaitu 10,45 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada 2006 sebesar 5,82 persen, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada 2023 turun 7,32 persen. Dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir (11,04 persen) dan 5 tahun terakhir (11,36 persen), angka kemiskinan saat ini lebih rendah. Peringkat kemiskinan Lebong secara nasional juga fluktuatif, menunjukkan dinamika perubahan kondisi sosial ekonomi dari tahun ke tahun.
Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Provinsi Bengkulu yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, Lebong menunjukkan posisi yang cukup baik. Kabupaten Bengkulu Tengah memiliki persentase kemiskinan 10,14 persen, Bengkulu Utara 10,96 persen, Kepahiang 12,9 persen, dan Mukomuko 10,76 persen. Jumlah penduduk miskin di Lebong lebih rendah dibandingkan Bengkulu Utara dan Mukomuko, tetapi lebih tinggi dari Bengkulu Tengah.
Kabupaten Bengkulu Tengah
Dengan persentase kemiskinan 10,14 persen, Bengkulu Tengah menduduki peringkat ke-237 secara nasional. Jumlah penduduk miskinnya tercatat 11.980 jiwa dari total penduduk 125.263 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini mencapai Rp 582.468,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 55,28 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin mencapai 8,81 persen, sementara pertumbuhan penduduk 2,51 persen. Garis kemiskinan meningkat 6,01 persen dan pendapatan per kapita sedikit meningkat 0,48 persen.
Kabupaten Bengkulu Utara
Kabupaten Bengkulu Utara mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 10,96 persen, menempatkannya pada peringkat ke-203 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 34.520 jiwa, cukup tinggi dibandingkan dengan total penduduk 307.507 jiwa. Garis kemiskinan di Bengkulu Utara sebesar Rp 484.432,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita di kabupaten ini adalah Rp 41,21 juta per tahun. Terjadi penurunan jumlah penduduk miskin turun 2,1 persen, dengan pertumbuhan penduduk 1,87 persen. Garis kemiskinan meningkat 5,5 persen, sementara pendapatan per kapita sedikit meningkat 1,19 persen.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Bangka Selatan Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Kepahiang
Dengan persentase kemiskinan 12,9 persen, Kabupaten Kepahiang berada pada peringkat ke-146 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di Kepahiang mencapai 18.730 jiwa dari total penduduk 155.520 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini tercatat Rp 488.445,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 40,07 juta per tahun. Terjadi penurunan jumlah penduduk miskin yang signifikan turun 7,82 persen. Pertumbuhan penduduk tercatat 0,99 persen. Garis kemiskinan meningkat 4,98 persen, sementara pendapatan per kapita meningkat signifikan 10,36 persen.
Kabupaten Mukomuko
Kabupaten Mukomuko memiliki persentase kemiskinan 10,76 persen, menempatkannya pada peringkat ke-212 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 20.880 jiwa dari total penduduk 203.525 jiwa. Garis kemiskinan di Mukomuko sebesar Rp 566.069,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita di kabupaten ini mencapai Rp 37,51 juta per tahun. Jumlah penduduk miskin sedikit meningkat 0,87 persen, dengan pertumbuhan penduduk 2,6 persen. Garis kemiskinan meningkat 5,87 persen, dan pendapatan per kapita meningkat signifikan 9,67 persen.