Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan. Persentase penduduk miskin sedikit turun dari 35,42 persen (2023) menjadi 35,27 persen, dengan pertumbuhan turun 0,42 persen. Jumlah penduduk miskin naik sedikit menjadi 20.200 orang, sementara total penduduk mencapai 49.508 jiwa. Wilayah ini berada di rank 8 se-Indonesia dan rank 8 di Pulau Papua untuk persentase kemiskinan.
(Baca: BPS: Jumlah Penduduk Miskin di Bengkulu Turun 1,1%(Data Desember 2025))
Dari tahun 2009 hingga 2024, persentase kemiskinan di Kabupaten Mamberamo Tengah tertinggi di 2009 (47,07 persen) dan terendah di 2024 (35,27 persen). Pertumbuhan kemiskinan tertinggi di 2016 (7,93 persen) dan terendah di 2014 (-10,41 persen). Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 35,54 persen, lebih rendah dari rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) yang 35,72 persen. Rank se-Indonesia bergeser dari 9 di 2023 ke 8 di 2024.
Dibandingkan kabupaten tetangga di Papua Pegunungan, Kabupaten Mamberamo Tengah berada di rank 8 se-Indonesia, sedangkan Nduga (6), Lanny Jaya (9), Yahukimo (10), dan Jayawijaya (11). Jumlah penduduk miskin Mamberamo Tengah (20.200 orang) lebih rendah dari keempat kabupaten tersebut. Semua kabupaten tetangga mengalami penurunan persentase kemiskinan kecuali Nduga yang naik sedikit.
Kabupaten Jayawijaya
Berada di rank 11 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan (32,28 persen), dengan jumlah penduduk miskin 68.360 orang yang lebih besar daripada Kabupaten Mamberamo Tengah. Total penduduknya mencapai 275.772 jiwa, pertumbuhan penduduk sebesar 0,71 persen per tahun. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah 722,26 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita mencapai 40,73 juta rupiah per tahun, yang merupakan tertinggi di antara kabupaten tetangga Mamberamo Tengah. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun sebesar 7 persen, menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Murung Raya Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Lanny Jaya
Menempati rank 9 se-Indonesia dengan persentase kemiskinan 34,12 persen, jumlah penduduk miskinnya mencapai 72.100 orang, yang merupakan tertinggi di antara kabupaten tetangga Mamberamo Tengah. Total penduduknya adalah 203.524 jiwa dengan pertumbuhan 0,26 persen per tahun. Garis kemiskinan di sini adalah 816,04 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita hanya 11,96 juta rupiah per tahun, yang relatif rendah dibandingkan Jayawijaya. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun sebesar 5,67 persen, menunjukkan upaya penurunan kemiskinan yang berjalan.
Kabupaten Nduga
Berada di rank 6 se-Indonesia, posisi tertinggi di antara kelompok ini, dengan persentase kemiskinan 36,28 persen. Jumlah penduduk miskinnya adalah 43.420 orang, lebih besar daripada Mamberamo Tengah tapi lebih kecil dari Lanny Jaya. Total penduduknya 111.597 jiwa dengan pertumbuhan 0,48 persen per tahun. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah 654,46 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita mencapai 14,38 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan naik sedikit sebesar 0,35 persen, yang berbeda dengan kabupaten lain yang mengalami penurunan.
Kabupaten Yahukimo
Menempati rank 10 se-Indonesia dengan persentase kemiskinan 33,82 persen, jumlah penduduk miskinnya 68.320 orang, hampir sama dengan Jayawijaya. Total penduduknya mencapai 355.612 jiwa, yang merupakan tertinggi di antara kelompok ini, dengan pertumbuhan hanya 0,08 persen per tahun. Garis kemiskinan di sini adalah 718,08 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita hanya 8,48 juta rupiah per tahun, yang merupakan terendah di antara kabupaten tetangga Mamberamo Tengah. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun sebesar 5,3 persen, menunjukkan penurunan yang cukup signifikan.