Jumlah Sekolah SMA di Nusa Tenggara Barat | 2024

1
Agus Dwi Darmawan 12/08/2026 09:36 WIB
Image Loader
Memuat...
Jumlah Sekolah SMA di Nusa Tenggara Barat 2018 - 2024
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) di Provinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2024 mencapai 378 unit. Berdasarkan data historis periode 2018-2024, angka ini mengalami penambahan sebanyak 13 unit dibandingkan tahun 2023 yang hanya tercatat 365 unit. Selama tujuh tahun terakhir, jumlah sekolah SMA di provinsi ini menunjukkan tren kenaikan konsisten sejak tahun 2020, dengan total penambahan 54 unit dari tahun 2018.

(Baca: Update 2025: PDRB ADHB per Kapita Kota Salatiga Rp.95,23 Juta)

Dari total 378 unit SMA pada tahun 2024, sebanyak 150 unit merupakan SMA Negeri sedangkan 228 unit merupakan SMA Swasta. Berdasarkan catatan, jumlah SMA Negeri tidak mengalami perubahan jumlah dibandingkan tahun 2023, sementara SMA Swasta justru mengalami kenaikan sebesar 6 persen dengan penambahan 13 unit baru. Proporsi SMA Swasta di Nusa Tenggara Barat mencapai 60,3 persen dari total seluruh sekolah SMA, menjadikan lembaga pendidikan swasta lebih dominan dibandingkan sekolah negeri.

Berdasarkan data populasi, jumlah penduduk usia sekolah 16-18 tahun di Nusa Tenggara Barat pada tahun 2023 tercatat sebesar 287.030 jiwa. Angka ini mengalami kenaikan sekitar 6,5 persen dibandingkan tahun 2020 yang masih berada di angka 269.500 jiwa. Secara nasional, provinsi ini secara konsisten menempati urutan ke-14 untuk jumlah penduduk usia SMA sejak tahun 2019, menunjukkan beban layanan pendidikan menengah atas yang relatif stabil di tingkat nasional.

(Baca: Nilai Tertinggi Jalur Prestasi Masuk SMA Negeri 15 Garut SPMB 2026)

Pada tahun 2024, total jumlah guru SMA di Nusa Tenggara Barat mencapai 10.149 orang, mengalami kenaikan sebesar 4,3 persen dibandingkan tahun 2023 yang hanya tercatat 9.734 orang. Khusus untuk tenaga pendidik dan kepala sekolah di SMA Negeri tercatat sebanyak 8.034 orang, mengalami kenaikan 6,4 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu tenaga pendidik di SMA Swasta justru mengalami penurunan sebesar 3,1 persen menjadi 2.115 orang pada tahun 2024.

Meskipun terjadi penambahan jumlah sekolah dan tenaga pendidik, data juga mencatat Angka Partisipasi Murni SMA di provinsi ini justru mengalami penurunan tipis sebesar 0,9 persen pada tahun 2025 menjadi 70 persen. Tren ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan akses pendidikan dapat diimbangi dengan tingkat partisipasi warga usia sekolah yang terus meningkat setiap tahunnya.

Data Pasar

Macro update by
12 August 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Jul) 2,88% -0.46
Inflasi mom (Jul) -0,14% -0.58
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Mar) 8,07% -0.18
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 17.864 +0.19
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Neraca perdagangan (Jun) -450,50 -72.02
Ekspor Migas (Jun) 1,07 +40.52
Impor Migas (Jun) 4,56 +0.96
Ekspor (Jun) 25,46 +9.72
Impor (Jun) 25,91 +4.41
Kunjungan Wisman (Mei) 1,38 +10.69
NTP (Jul) 116,16 +1.32

Data Populer

Loading...