PDB

PDB Paritas Daya Beli (PPP) Kamboja 2015 - 2024

1
Agus Dwi Darmawan 09/04/2026 09:32 WIB
Image Loader
Memuat...
PDB Paritas Daya Beli (PPP) Kamboja 2015 - 2024
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan data International Monetary Fund (IMF), PDB Paritas Daya Beli (PPP) Kamboja pada tahun 2024 tercatat sebesar 1378.41 unit, menunjukkan kenaikan sebesar 0.39% dibandingkan tahun 2023 (1373.11 unit). Nilai ini masih berada di bawah rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023) sebesar 1392.96 unit, serta di bawah rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023) sebesar 1416.31 unit. Pertumbuhan tiga tahun terakhir menunjukkan tren penurunan berturut-turut pada 2022 (-3.37%) dan 2023 (-0.41%) sebelum mengalami kenaikan kecil pada 2024.

Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Kamboja terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).

(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Kecantikan Kab. Lima Puluh Kota | 2024)

Dalam kurun waktu 10 tahun (2015-2024), nilai PDB PPP Kamboja mencapai puncak tertinggi pada tahun 2019 sebesar 1468.9 unit, sedangkan titik terendah tercatat pada tahun 2023 sebesar 1373.11 unit. Anomali terjadi pada tahun 2020, di mana nilai mengalami penurunan sebesar 2.39% dari tahun sebelumnya, yang merupakan penurunan terbesar dalam 10 tahun. Selanjutnya, tahun 2022 juga mengalami penurunan signifikan sebesar 3.37% dari 2021, memperkuat tren penurunan yang berlangsung hingga 2023.

Secara peringkat regional ASEAN, posisi Kamboja dalam PDB PPP tetap berada di peringkat ke-4 pada tahun 2024, sama seperti tahun-tahun sebelumnya selama 10 tahun terakhir. Peringkat ini berada di belakang Vietnam (peringkat 1), Indonesia (peringkat 2), dan Laos (peringkat 3), serta di atas Myanmar (peringkat5) dan Filipina (peringkat6).

(Baca: Indeks Obligasi Komposit Ditutup Naik 0,45% ke Level 437,7064 (Rabu, 08 April 2026))

IMF memproyeksikan nilai PDB PPP Kamboja akan mengalami kontraksi sebesar 1.18% pada tahun 2025, yang berarti nilai akan turun menjadi 1362.14 unit dari nilai 2024. Setelah tahun 2025, proyeksi menunjukkan pertumbuhan bertahap: 1.1% pada 2026, 1.2% pada 2027, 0.75% pada 2028, 1.01% pada 2029, dan 0.96% pada 2030, dengan nilai mencapai 1431.86 unit pada akhir periode proyeksi.

Dibandingkan negara ASEAN lain, Kamboja memiliki performa yang lebih baik dibandingkan Brunei Darussalam yang mengalami pertumbuhan PDB PPP terburuk dalam tiga tahun terakhir turun 4.25%. Pada tahun 2024, peringkat Kamboja tetap di posisi ke-4, sedangkan Brunei berada di peringkat ke-10 dan Vietnam memimpin peringkat pertama di wilayah ASEAN.

Data Stories Terkini
Databoks Premium
Databoks Premium

Data Populer

Loading...