PDB

PDB Paritas Daya Beli (PPP) Kamboja 2015 - 2024

1
Agus Dwi Darmawan 25/02/2026 12:23 WIB
Image Loader
Memuat...
PDB Paritas Daya Beli (PPP) Kamboja 2015 - 2024
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

International Monetary Fund (IMF) mencatat nilai PDB Paritas Daya Beli (PPP) Kamboja pada 2024 sebesar 1378.41 unit, mengalami pertumbuhan sebesar 0.39% dibandingkan tahun 2023 yang bernilai 1373.11 unit. Tren tiga tahun terakhir (2022-2024) menunjukkan kondisi setelah dua tahun kontraksi: 2022 mengalami kontraksi sebesar 3.37% (nilai turun dari 1426.96 ke 1378.82 unit), 2023 kontraksi kecil sebesar 0.41% (nilai turun ke 1373.11 unit), dan 2024 menjadi tahun pertama dengan pertumbuhan positif. Rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir (-1.13%) lebih baik dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) turun 1.29%, menunjukkan tanda pemulihan awal.

(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Peru 2015 - 2024)

Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Kamboja terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).

Pertumbuhan tertinggi dalam 10 tahun terakhir terjadi pada 2015 sebesar 2.12% (nilai naik dari 1421.57 ke 1451.73 unit), sedangkan pertumbuhan terendah terjadi pada 2022 turun 3.37%. Anomali tercatat pada 2022, di mana kontraksi tersebut jauh lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelum 2020 yang hanya mengalami pertumbuhan stabil kecil atau stagnasi (2015-2019: pertumbuhan 2.12% hingga 0%). Sebelum 2020, nilai PDB PPP Kamboja tumbuh secara perlahan dan konsisten, namun setelah 2019 terjadi penurunan yang lebih signifikan selama tiga tahun berturut-turut.

Perolehan peringkat regional ASEAN Kamboja pada 2024 tetap di urutan ke-4, sama seperti tahun-tahun sebelumnya sejak 2015. Dibandingkan negara lain di wilayah, Laos memiliki pertumbuhan PDB PPP terbaik dalam tiga tahun terakhir sebesar 14.35%, yang jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Kamboja sebesar 0.39% pada 2024. Peringkat regional tahun 2024 dipimpin oleh Vietnam (urutan ke-1), diikuti Indonesia (ke-2), Laos (ke-3), dan Kamboja (ke-4).

(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Singapura 2015 - 2024)

IMF memproyeksikan nilai PDB PPP Kamboja pada 2025 akan mengalami kontraksi turun 1.18%, artinya nilai akan turun dari 1378.41 unit pada 2024 menjadi 1362.136 unit pada 2025. Setelah tahun 2025, proyeksi menunjukkan kembali pertumbuhan positif: 1.1% pada 2026, 1.2% pada 2027, 0.75% pada 2028, 1.01% pada 2029, dan 0.96% pada 2030. Proyeksi ini menunjukkan bahwa setelah kontraksi singkat pada 2025, ekonomi Kamboja akan mengalami pemulihan perlahan selama lima tahun berikutnya.

Tren 10 tahun terakhir (2015-2024) menunjukkan pola fluktuatif yang jelas: periode 2015-2019 pertumbuhan stabil kecil (dari 2.12% hingga 0%), sedangkan periode 2020-2023 mengalami kontraksi berurutan dengan amplitudo yang bervariasi (kontraksi 2.39% pada 2020, 0.47% pada 2021, 3.37% pada 2022, dan 0.41% pada 2023), sebelum pertumbuhan positif kecil pada 2024. Pola fluktuatif ini menggambarkan volatilitas ekonomi Kamboja setelah tahun 2019, berbeda dengan kondisi stabil sebelum tersebut.

Data Stories Terkini
Databoks Premium

Data Populer

Loading...