- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) mencatat PDB Paritas Daya Beli (PPP) Kamboja pada 2024 sebesar 1378.41 Unit. Angka ini menunjukkan sedikit peningkatan dibandingkan tahun 2023 yang berada di angka 1373.11 Unit. Namun, secara umum, terlihat adanya stagnasi dalam pertumbuhan PDB PPP Kamboja dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam tiga tahun terakhir (2022-2024), PDB PPP Kamboja menunjukkan fluktuasi. Terjadi penurunan pada tahun 2022 menjadi 1378.82 Unit, diikuti penurunan lebih lanjut di 2023 menjadi 1373.11 Unit, kemudian sedikit naik di 2024 menjadi 1378.41 Unit. Pertumbuhan tahunan juga mencerminkan hal ini, dengan kontraksi turun 3.37% pada 2022 dan -0.41% pada 2023, sebelum akhirnya tumbuh tipis 0.39% pada 2024.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Nikaragua 2015 - 2024)
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Kamboja terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Jika dibandingkan dengan rata-rata PDB PPP Kamboja dalam tiga tahun terakhir, yaitu sekitar 1376.78 Unit, angka tahun 2024 sedikit di atas rata-rata. Namun, jika dibandingkan dengan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024), yaitu sekitar 1378.21 Unit, angka tahun 2024 tidak jauh berbeda. Ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kamboja cenderung stagnan dalam periode tersebut.
Kenaikan tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir terjadi pada tahun 2017, dengan PDB PPP mencapai 1464.89 Unit. Sementara itu, titik terendah terjadi pada tahun 2023 dengan angka 1373.11 Unit. Anomali terjadi pada periode 2020-2023, dimana terjadi penurunan PDB PPP secara berturut-turut, sebelum akhirnya pulih sedikit di tahun 2024.
Dari segi peringkat regional di ASEAN, IMF mencatat Kamboja tetap berada di posisi ke-4. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada fluktuasi dalam angka PDB PPP, posisi Kamboja relatif stabil dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Albania 2015 - 2024)
IMF memproyeksikan PDB PPP Kamboja akan terus mengalami pertumbuhan moderat dalam beberapa tahun ke depan. Proyeksi untuk tahun 2025 adalah 1362.136 Unit, yang menunjukkan kontraksi turun 1.18%. Namun, setelah itu, diproyeksikan akan tumbuh positif dengan angka 1377.081 Unit pada 2026, 1393.627 Unit pada 2027, dan seterusnya. Meskipun demikian, proyeksi pertumbuhan ini masih relatif rendah.
Jika dibandingkan dengan negara-negara lain di ASEAN, PDB PPP Kamboja masih jauh di bawah lima negara teratas. Vietnam memimpin dengan nilai 6956.919 Unit. Diikuti Indonesia dengan 4747.903 Unit, Laos dengan 4569.369 Unit, Myanmar dengan 504.159 Unit, dan Filipina dengan 19.357 Unit. Peringkat Kamboja di antara negara-negara ini masih relatif rendah.