Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran untuk kecantikan per kapita sebulan di Kabupaten Lima Puluh Kota pada tahun 2024 mencapai 31645 Rupiah. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 6.8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 29639.58 Rupiah. Selisih pengeluaran kecantikan dengan tahun sebelumnya adalah 2005.4 Rupiah, yang menjadi bukti adanya peningkatan minat masyarakat pada barang dan jasa kecantikan di wilayah ini.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua 2015 - 2024)
Dibandingkan dengan pengeluaran masyarakat lainnya, pengeluaran kecantikan hanya menyumbang sekitar 13.6 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa (231774 Rupiah) dan sekitar 13 persen dari pengeluaran untuk makanan jadi (243403 Rupiah). Dibandingkan pengeluaran untuk perawatan (47738 Rupiah), pengeluaran kecantikan masih lebih rendah sebesar 16093 Rupiah per kapita sebulan. Pengeluaran untuk kecantikan juga jauh lebih kecil dibandingkan pengeluaran untuk rokok dan tembakau (143199 Rupiah) serta sabun mandi (66472 Rupiah).
Pengeluaran kecantikan di Kabupaten Lima Puluh Kota mengalami tren yang bervariasi dari tahun 2018 hingga 2024. Tahun 2018, pengeluaran ini sebesar 25080 Rupiah, lalu naik sedikit sebesar 4 persen pada tahun 2019 menjadi 26080 Rupiah. Tahun 2020, pengeluaran naik lagi sebesar 3.7 persen menjadi 27058 Rupiah, sebelum mengalami kenaikan tertinggi pada tahun 2021 sebesar 34.2 persen menjadi 36307 Rupiah. Namun, pada tahun 2022, pengeluaran ini turun sebesar 19.9 persen menjadi 29093 Rupiah sebelum kembali naik sedikit pada tahun 2023 sebesar 1.9 persen menjadi 29640 Rupiah dan tahun 2024 sebesar 6.8 persen menjadi 31645 Rupiah. Rata-rata pengeluaran kecantikan selama lima tahun terakhir (2019-2023) adalah sekitar 29634 Rupiah per kapita sebulan, yang artinya tahun 2024 melebihi rata-rata tersebut sebesar 2011 Rupiah.
Berdasarkan data BPS, Kabupaten Lima Puluh Kota menempatkan peringkat 15 di antara 19 kabupaten/kota di provinsi Sumatera Barat untuk pengeluaran kecantikan tahun 2024. Di pulau Sumatera, wilayah ini berada di peringkat 77, dan se-Indonesia di peringkat 273. Lima kabupaten/kota di Sumatera Barat dengan pengeluaran kecantikan tertinggi tahun 2024 adalah Kota Sawahlunto (78572 Rupiah, pertumbuhan 24.4 persen), Kota Padang Panjang (74094 Rupiah, pertumbuhan 34.1 persen), Kota Bukit Tinggi (71466 Rupiah, pertumbuhan 20.2 persen), Kabupaten Dharmasraya (71338 Rupiah, pertumbuhan 14.9 persen), dan Kota Padang (70971 Rupiah, pertumbuhan 20 persen). Semua wilayah ini memiliki pengeluaran kecantikan yang jauh lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Lima Puluh Kota.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Mataram Periode 2004 - 2024)
Rata-Rata Pengeluaran per Kapita Sebulan Bukan Makanan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk barang dan jasa bukan makanan di Kabupaten Lima Puluh Kota pada tahun 2024 mencapai 563593 Rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 21.6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menempatkan wilayah ini pada peringkat 13 di antara 19 kabupaten/kota di provinsi Sumatera Barat. Dibandingkan Kota Padang yang berada di peringkat 1 dengan pengeluaran 1051706 Rupiah, pengeluaran bukan makanan di Kabupaten Lima Puluh Kota masih kurang sebesar 488113 Rupiah per kapita sebulan. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan di wilayah ini juga lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan seprovinsi, yang menunjukkan adanya peningkatan daya beli masyarakat pada barang dan jasa non makanan seperti kecantikan, perawatan, dan barang elektronik.
Rata-Rata Pengeluaran per Kapita Sebulan Makanan dan Bukan Makanan
Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Lima Puluh Kota pada tahun 2024 adalah 1387186 Rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 0.2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menempatkan peringkat 10 di provinsi Sumatera Barat, di bawah Kota Padang Panjang yang berada di peringkat 1 dengan pengeluaran 2182054 Rupiah. Pertumbuhan pengeluaran total ini sangat sedikit, yang menunjukkan bahwa masyarakat masih fokus pada pengeluaran untuk kebutuhan pokok seperti makanan, meskipun ada peningkatan pada pengeluaran kecantikan. Dibandingkan tahun sebelumnya, pengeluaran total hanya meningkat sekitar 2984 Rupiah per kapita sebulan, yang jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pengeluaran bukan makanan yang mencapai 21.6 persen.
Rata-Rata Pengeluaran per Kapita Sebulan Untuk Makanan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Lima Puluh Kota pada tahun 2024 mencapai 823593 Rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 13.4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menempatkan peringkat 9 di provinsi Sumatera Barat, di bawah Kota Padang Panjang yang berada di peringkat 1 dengan pengeluaran 1239644 Rupiah. Pertumbuhan pengeluaran makanan ini cukup signifikan, yang menunjukkan bahwa masyarakat masih mengalokasikan sebagian besar daya beli mereka untuk kebutuhan pokok. Dibandingkan pengeluaran kecantikan, pengeluaran makanan adalah sekitar 26 kali lebih besar, yang menunjukkan prioritas utama masyarakat pada kebutuhan sehari-hari sebelum mengeluarkan uang untuk barang dan jasa kecantikan.