Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kota Mataram tahun 2024 menunjukkan persentase penduduk miskin turun sedikit dari 8,62 persen (2023) ke 8 persen. Jumlah penduduk miskinan turun 2.470 orang menjadi 43.740 orang, sementara jumlah penduduk naik 6.871 orang menjadi 459.683 jiwa. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun 7,19 persen, dengan urutan rank se-Indonesia 309 dan rank di pulau Nusa Tenggara dan Bali 32.
(Baca: NPL Bank Umum Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian Periode 2015-2025)
Data historis kemiskinan Kota Mataram periode 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi di 2008 (16,13 persen) dan terendah di 2024 (8 persen). Pertumbuhan kemiskinan tertinggi di 2006 (16,75 persen) dan terendah di 2007 (-17,42 persen). Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 8,42 persen, sedikit lebih rendah dari rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 8,47 persen. Rank se-Indonesia fluktuatif, dari 329 di 2004 ke 309 di 2024, dengan pergeseran naik turun setiap tahun.
Dibandingkan kabupaten/kota berdekatan di Nusa Tenggara Barat, persentase kemiskinan Kota Mataram (8 persen) lebih rendah dari Kabupaten Dompu (11,59 persen) dan Kabupaten Lombok Tengah (12,07 persen), tetapi sedikit lebih tinggi dari Kota Bima (8,12 persen). Pertumbuhan kemiskinan Kota Mataram turun 7,19 persen, lebih besar dari Kota Bima (-6,34 persen) dan Kabupaten Lombok Tengah (-6,65 persen), tetapi lebih kecil dari Kabupaten Dompu (-8,16 persen).
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Sabun Mandi di Kab. Bengkulu Tengah 2018 - 2024)
Kota Bima
Rank se-Indonesia untuk persentase kemiskinan berada di urutan 305, dengan nilai 8,12 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 15.810 orang, sementara jumlah keseluruhan penduduk adalah 163.824 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 496,10 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita masyarakat adalah 32,48 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun 6,34 persen, sedangkan jumlah penduduk naik 2,91 persen, yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan penduduk Kota Mataram sebesar 1,52 persen. Rank se-Indonesia untuk jumlah penduduk miskin berada di urutan 366, menunjukkan posisi yang lebih rendah dibandingkan Kota Mataram (urutan 168).
Kabupaten Dompu
Rank se-Indonesia untuk persentase kemiskinan berada di urutan 189, dengan nilai 11,59 persen yang lebih tinggi dibandingkan Kota Mataram. Jumlah penduduk miskin mencapai 32.080 orang, dengan jumlah keseluruhan penduduk sebesar 270.664 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah 469,65 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita masyarakat adalah 36,12 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun 8,16 persen, yang lebih besar dibandingkan Kota Mataram, sementara jumlah penduduk naik 2,94 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan penduduk Kota Mataram. Rank se-Indonesia untuk jumlah penduduk miskin berada di urutan 230, lebih tinggi dari Kota Mataram.
Kabupaten Lombok Tengah
Rank se-Indonesia untuk persentase kemiskinan berada di urutan 165, dengan nilai 12,07 persen yang menjadi tertinggi di antara wilayah perbandingan. Jumlah penduduk miskin mencapai 122.320 orang, dengan jumlah keseluruhan penduduk sebesar 1.106.619 jiwa, yang merupakan jumlah penduduk terbesar di antara wilayah perbandingan. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 549,40 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita masyarakat adalah 20,37 juta rupiah per tahun, yang merupakan terendah di antara wilayah perbandingan. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun 6,65 persen, sedangkan jumlah penduduk naik 1,38 persen, lebih rendah dari pertumbuhan penduduk Kota Mataram. Rank se-Indonesia untuk jumlah penduduk miskin berada di urutan 49, yang jauh lebih tinggi dibandingkan Kota Mataram.