Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kota Mataram pada 2024 sebesar 8 persen, sedikit turun dari 8,62 persen tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 43.740 jiwa dari total populasi 459.683 jiwa.
Dibandingkan tahun sebelumnya, terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 2.470 jiwa atau 5,35 persen. Pertumbuhan penduduk tercatat sebesar 1,52 persen. Kota Mataram berada di peringkat 309 secara nasional untuk persentase kemiskinan.
(Baca: Keadaan Angkatan Kerja di Kabupaten Bandung pada 2024)
Data historis menunjukkan fluktuasi angka kemiskinan di Kota Mataram. Persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada 2008, mencapai 16,13 persen. Sedangkan persentase terendah terjadi pada 2024, sebesar 8 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada 2008 sebesar 66,8 persen, dan pertumbuhan terendah terjadi pada 2007 turun 17,42 persen.
Jika dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024) sebesar 8,42 persen, angka kemiskinan saat ini lebih rendah. Dibandingkan dengan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) sebesar 8,35 persen, angka kemiskinan saat ini juga lebih rendah.
Di Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram memiliki persentase kemiskinan yang berdekatan dengan Kota Bima, Kabupaten Dompu, dan Kabupaten Lombok Tengah. Mari kita lihat perbandingan lebih detil.
Kota Bima
Kota Bima menduduki peringkat 305 secara nasional dalam persentase kemiskinan dengan angka 8,12 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 15.810 jiwa dari total populasi 163.824 jiwa. Garis kemiskinan di Kota Bima mencapai Rp496.096 per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita sebesar Rp32,48 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk sebesar 2,91 persen dan angka kemiskinan mengalami penurunan sebesar 6,34 persen.
(Baca: 3,08% Penduduk di Kota Dumai Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Dompu
Dengan persentase kemiskinan 11,59 persen, Kabupaten Dompu berada di urutan 189 secara nasional. Jumlah penduduk miskinnya mencapai 32.080 jiwa dari total populasi 270.664 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat Dompu adalah Rp36,12 juta per tahun, dan garis kemiskinan tercatat Rp469.647 per kapita per bulan. Pertumbuhan penduduk di Dompu 2,94 persen dan mengalami penurunan kemiskinan 6,69 persen.
Kabupaten Lombok Tengah
Kabupaten Lombok Tengah memiliki persentase kemiskinan sebesar 12,07 persen, menempatkannya pada peringkat 165 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di Lombok Tengah adalah 122.320 jiwa dari total populasi yang besar, yakni 1.106.619 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini tercatat Rp549.400 per kapita per bulan dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp20,37 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk sedikit lebih rendah dari daerah lain, yakni 1,38 persen dengan angka kemiskinan turun 5,72 persen.