Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Klungkung Naik 1,2% dalam 5 Tahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 10/08/2024 11:14 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Klungkung, Bali (2017-2023)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Klungkung, Bali mencapai 4,94% pada 2023.

Angka tersebut turun 1,89% dari tahun sebelumnya sebesar 6,83%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 1,2%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 8,53% pada 2023. Berarti, PoU di Kabupaten Klungkung lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat. Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Klungkung yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 4,94% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 8 kabupaten/kota lain di Provinsi Bali, PoU di Kabupaten Klungkung ada di urutan ke-6. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Badung (1,23%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Karang Asem (8,43%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Bali pada 2023.

  1. Kabupaten Badung: 1,23%
  2. Kabupaten Gianyar: 1,66%
  3. Kota Denpasar: 1,7%
  4. Kabupaten Tabanan: 3,15%
  5. Kabupaten Bangli: 3,71%
  6. Kabupaten Klungkung: 4,94%
  7. Kabupaten Jembrana: 7,6%
  8. Kabupaten Buleleng: 7,64%
  9. Kabupaten Karang Asem: 8,43%

(Baca: Populasi Ayam Ras Petelur Jawa Timur Tertinggi 2022 Mencapai 89,38 Juta Ekor)

Data Populer

Loading...