Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Palu Turun 0,55% Setahun Terakhir
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kota Palu, Sulawesi Tengah mencapai 6,41% pada 2025.
Angka tersebut turun 0,55% dari tahun sebelumnya sebesar 6,96%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 2,05%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kota Palu lebih rendah dibanding rata-rata nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kota Palu yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 6,41% dari total penduduk.
Dibanding 12 kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Tengah, PoU di Kota Palu ada di urutan pertama. Wilayah dengan PoU tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Banggai Kepulauan (19,4%).
Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Tengah pada 2025.
- Kota Palu: 6,41%
- Kabupaten Morowali: 6,42%
- Kabupaten Morowali Utara: 7,4%
- Kabupaten Poso: 8,37%
- Kabupaten Parigi Moutong: 9,63%
- Kabupaten Banggai: 10,3%
- Kabupaten Buol: 10,33%
- Kabupaten Tojo Una Una: 12,38%
- Kabupaten Donggala: 12,44%
- Kabupaten Sigi: 13,33%
(Baca: Maluku-Papua, Kawasan dengan Kemiskinan Tertinggi di Indonesia pada September 2025)