Indonesia Impor Bahan Bakar Mineral Senilai US$ 1,16 Miliar dari Amerika Serikat

Perdagangan
1
Agus Dwi Darmawan 09/12/2022 09:00 WIB
Produk Utama yang Diimpor Indonesia dari Amerika Serikat pada 2020
katadata logo databoks logo
  • A Font Kecil
  • A Font Sedang
  • A Font Besar

Indonesia membukukan impor dengan Amerika Serikat sebesar US$ 8,64 miliar data per Desember 2020. Nilai tersebut turun drastis 7,27% dibandingkan impor tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 9,32 miliar.

Rekam jejak perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat, impor dalam 10 tahun terakhir telah berkurang sangat drastis. Terendah impor Indonesia adalah US$ 7,32 miliar dan untuk impor tertinggi di angka US$ 11,61 miliar.

Dari total 97 produk (kode HS dua digit) yang diimpor dari Amerika Serikat, 0,08 ribu produk bernilai lebih dari satu miliar dolar. Selain itu menurut data Trademap, dari negara ini terdapat lima produk utama Indonesia yang diimpor setiap tahun. Artinya, ada ketergantungan cukup besar untuk produk-produk impor tersebut. Lainnya, sebagian besar produk merupakan impor produk yang juga banyak diimpor dari negara lain yang jumlahnya tercatat ada 0,09 ribu produk.

Berikut ini adalah daftar lima produk utama yang diimpor Indonesia dari Amerika Serikat. Urutan ini disusun mulai dari transaksi dengan nilai yang terbesar.

  1. Bahan bakar mineral, minyak mineral dan produk dari distilasi mereka
  2. Di urutan pertama, Indonesia banyak mengimpor Bahan bakar mineral, minyak mineral dan produk dari distilasi mereka. Dalam klasifikasi tradmap, Bahan bakar mineral, minyak mineral dan produk dari distilasi mereka masuk kategori produk HS dengan kode 27. Produk ini merupakan jenis barang impor yang dikelompokkan bersama dengan zat bitumen dan mineral..

    Pada 2020, Indonesia tercatat mengimpor sebanyak US$ 1,16 miliar. Nilai impor Bahan bakar mineral, minyak mineral dan produk dari distilasi mereka;zat bitumen;mineral.. ini lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mampu menembus US$ 1,18 miliar.

  3. Mesin, peralatan mekanis, reaktor nuklir, boiler
  4. Di urutan kedua, impor Indonesia paling banyak adalah produk Mesin, peralatan mekanis, reaktor nuklir, boiler. Nilai impor dari Amerika Serikat pada 2020 tercatat US$ 1,03 miliar. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mampu menembus US$ 1,17 miliar.

  5. Biji minyak dan buah oleaginous
  6. Impor Biji minyak dan buah oleaginous dari Amerika Serikat, saat ini merupakan yang terbesar. Dari negara ini, Indonesia melakukan impor sebanyak US$ 912,71 juta. Negara lainnya yang menjadi andalan impor Biji minyak dan buah oleaginous dengan nilai terbesar adalah India, Kanada, Cina dan Sudan.

  7. Residu dan limbah dari industri makanan
  8. Impor produk lainnya adalah Residu dan limbah dari industri makanan US$ 553,49 juta. Nilai impor produk ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 524,2 juta. Indonesia tercatat mengimpor produk ini dari 56 negara. Impor Residu dan limbah dari industri makanan dari Amerika Serikat tercatat berada di urutan ketiga. Negara lain yang masuk lima besar suplier produk impor ini ke Indonesia adalah Brazil, Argentina, Cina dan Thailand.

  9. Sereal
  10. Di urutan berikutnya Sereal dalam klasifikasi Trademap masuk kategori produk HS dengan kode 10. Indonesia mengimpor senilai US$ 378,12 juta, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mampu menembus US$ 378,49 juta. Indonesia melakukan impor produk ini berasal dari 26 negara. Impor Sereal dari Amerika Serikat tercatat berada di urutan keempat. Negara lain yang masuk lima besar suplier produk impor ini ke Indonesia adalah Argentina, Ukraina, Kanada dan Thailand.

Editor :
Data Populer
Lihat Semua
instagram
Databoks Indonesia (@databoks.id)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari Katadata Indonesia.
twitter
Databoks Indonesia (@databoksid)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari @katadatacoid.