Cacar Monyet Tembus 3.300 Kasus, Sudah Masuk Korea Selatan

Layanan konsumen & Kesehatan
1
Adi Ahdiat 24/06/2022 10:30 WIB
Jumlah Kasus Cacar Monyet Global (6 Mei-22 Juni 2022)
katadata logo databoks logo
  • A Font Kecil
  • A Font Sedang
  • A Font Besar

Penularan cacar monyet terus terjadi di skala internasional. Menurut catatan Our World in Data, total kasus konfirmasinya sudah mencapai 3.337 kasus pada 22 Juni 2022.

Peningkatan kasus cacar monyet ini terjadi dalam jangka waktu cukup singkat, yakni kurang dari 2 bulan seperti terlihat pada grafik.

"Lebih dari 3.200 kasus konfirmasi cacar monyet dengan 1 kematian sudah dilaporkan ke WHO," ujar Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam siaran pers, Kamis (23/6/2022).

Menurut penjelasan di situs resmi WHO, cacar monyet disebabkan oleh virus MPXV yang bersifat zoonosis atau dapat menular dari hewan ke manusia. Virus ini pertama kali ditemukan menjangkiti monyet pada tahun 1958, sedangkan kasus infeksi manusia pertama ditemukan pada 1970.

Awalnya cacar monyet hanya ditemukan di wilayah Afrika bagian barat dan tengah. Namun, dalam beberapa pekan terakhir penularan cacar monyet terjadi di luar wilayah asalnya dan telah menyebar ke sekitar 48 negara di kawasan Eropa, Amerika Selatan, serta Timur Tengah.

Saat ini cacar monyet bahkan sudah muncul di kawasan Asia Pasifik, yaitu Australia dan Korea Selatan.

Menurut laporan Reuters, pada Rabu (22/6/2022) Korea Selatan melaporkan 1 kasus konfirmasi cacar monyet. Pasien yang terinfeksi merupakan warga Korea Selatan yang baru kembali dari Jerman.

Gejala dan Pencegahan Penularan Cacar Monyet

WHO menyebut virus cacar monyet dapat menular melalui darah, cairan tubuh, air liur, dan kontak fisik dengan orang yang terinfeksi.

Gejala cacar monyet muncul pada 1-3 hari infeksi awal, bisa berupa demam tinggi, sakit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung, nyeri otot, lemas, dan ruam kulit berisi cairan.

Ruam kulit cacar monyet cenderung terkonsentrasi pada wajah, telapak tangan, dan telapak kaki. Namun, ruam juga bisa muncul di mulut, alat kelamin, dan area mata.

Berikut langkah pencegahan penularan cacar monyet menurut WHO:

  • Menghindari kontak dekat dan kontak fisik dengan orang yang bergejala cacar monyet.
  • Menggunakan masker jika melakukan kontak dekat dengan orang bergejala.
  • Mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer setelah kontak dengan orang bergejala.
  • Mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer setelah menyentuh benda di ruang publik/benda yang mungkin tersentuh orang bergejala.
  • Jika mengalami gejala, segera isolasi diri di rumah dan hubungi fasilitas kesehatan terdekat.

Menurut WHO, gejala cacar monyet biasanya berlangsung antara 2-4 pekan dan dapat hilang dengan sendirinya tanpa perawatan khusus.

Penyakit ini juga dapat menimbulkan komplikasi medis atau gejala serius pada beberapa individu dengan imun lemah, namun jarang menimbulkan kematian.

(Baca Juga: 5 Negara dengan Kasus Cacar Monyet Tertinggi pada Mei 2022)

Editor : Adi Ahdiat
Data Populer
Lihat Semua
instagram
Databoks Indonesia (@databoks.id)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari Katadata Indonesia.
twitter
Databoks Indonesia (@databoksid)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari @katadatacoid.