IKLAN

Konsumsi Rokok Tertinggi Berasal dari Masyarakat Miskin

Persentase Angka Merokok Laki-Laki Berdasarkan Kuintil Kekayaan (2017)

Sumber : tcsc-indonesia.org, 2020

katadata logo databoks logo
Disalin..
IKLAN

Penulis: Dwi Hadya Jayani

Editor: Annissa Mutia

6/1/2022, 09.20 WIB

Atlas Tembakau Indonesia 2020 melaporkan semakin miskin masyarakat maka konsumsi rokok semakin tinggi. Ini terbukti dari konsumsi rokok laki-laki tertinggi berada pada kuintil kalangan terbawah dengan persentase 82%.

Konsumsi rokok tertinggi kedua berasal dari kalangan kuintil menengah bawah sebesar 77,1%. Kemudian disusul kuintil menengah sebesar 73,3% dan menengah atas 70,2%.

Sementara itu, konsumsi terendah berasal dari masyarakat terkaya. Konsumsi rokok masyarakat dari kuintil atas sebanyak 58,4%.

Rokok mempengaruhi tingkat kemiskinan karena bukan bahan makanan pokok, namun tingkat konsumsinya tinggi. Pasalnya, pengeluaran untuk rokok tersebut mengganggu pendapatan real masyarakat. Harga rokok memiliki kontribusi terhadap faktor kemiskinan 11.38% di pedesaan dan 12.22% di perkotaan.

Selain itu, anak-anak dari orang tua perokok (perokok kronis) memiliki pertumbuhan berat badan secara rata-rata lebih rendah 1,5 kg dibandingkan dengan anak-anak dari orang tua bukan perokok. (Baca: Persentase Perokok Usia 15-19 Tahun Turun pada 2021)

IKLAN

data terkait