Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, besar pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Konawe Utara pada 2024 mencapai Rp184.041 per kapita per bulan.
Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 6.2% dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu Rp173.353 per kapita per bulan. Perkembangan pengeluaran untuk rokok dan tembakau ini terus mengalami kenaikan dari tahun 2018 hingga 2024, meskipun dengan laju pertumbuhan yang bervariasi.
(Baca: Persentase Pekerja Setengah Menganggur di Bengkulu | 2024)
Secara historis, pengeluaran untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Konawe Utara mengalami peningkatan signifikan dari Rp115.563 pada 2018 menjadi Rp184.041 pada 2024. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada 2022, yaitu sebesar 11.8%, dan 2023 sebesar 12.7%, sebelum sedikit melambat di 2024. Pengeluaran ini mencerminkan bagian yang cukup besar dari total pengeluaran masyarakat. Sebagai perbandingan, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa adalah Rp225.595, sementara pengeluaran untuk rokok dan tembakau mencapai Rp184.041.
Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Sulawesi Tenggara, Kabupaten Konawe Utara menduduki peringkat pertama dalam besar pengeluaran untuk rokok dan tembakau pada 2024. Secara nasional, kabupaten ini berada di peringkat 40. Kabupaten Kepulauan Konawe berada di posisi kedua dengan pengeluaran sebesar Rp160.200, dan Kabupaten Bombana di posisi ketiga dengan Rp146.853.
Berdasarkan data BPS, pada 2024, Kabupaten Konawe Utara menduduki peringkat pertama di antara kabupaten/kota seprovinsi untuk pengeluaran rokok dan tembakau. Kabupaten Kepulauan Konawe berada di peringkat kedua, diikuti Kabupaten Bombana di peringkat ketiga. Pertumbuhan pengeluaran di Kabupaten Konawe Utara sebesar 6.2% lebih rendah dibandingkan Kabupaten Kepulauan Konawe yang mencapai 8.2%, tetapi lebih tinggi dari Kabupaten Bombana yang mengalami penurunan turun 0.1%.
(Baca: Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Level Rp. 16.659,4 per Dolar AS (Rabu, 26 November 2025))
Kota Kendari
Kota Kendari menunjukkan performa yang menarik dalam data pengeluaran. Pada tahun 2024, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan mencapai Rp1.013.733, mengalami pertumbuhan sedikit sebesar 1.1% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp1.002.920. Meskipun pertumbuhan tidak terlalu signifikan, Kota Kendari tetap memimpin dalam ranking pengeluaran bukan makanan di antara kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tenggara. Untuk pengeluaran makanan, Kota Kendari mencatatkan angka Rp769.676 dengan pertumbuhan 8.9% dibandingkan tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Kendari mencapai Rp1.783.409.
Kabupaten Kolaka Utara
Kabupaten Kolaka Utara menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam pengeluaran bukan makanan. Pada tahun 2024, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan mencapai Rp859.737, naik 22.1% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp704.217. Pertumbuhan ini menempatkan Kolaka Utara pada peringkat ketiga dalam hal pengeluaran bukan makanan di Sulawesi Tenggara. Pengeluaran untuk makanan juga mengalami peningkatan menjadi Rp739.715 dengan pertumbuhan 9.4%. Secara keseluruhan, pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Kolaka Utara mencapai Rp1.599.452.
Kabupaten Konawe
Kabupaten Konawe mencatat pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp623.179 pada tahun 2024, meningkat 13.5% dari tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran makanan, angkanya mencapai Rp630.155, naik 13.5% dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan adalah Rp1.253.334. Dibandingkan dengan kabupaten lain, pertumbuhan pengeluaran di Konawe menunjukkan peningkatan yang cukup baik, namun masih berada di bawah Kota Kendari dan Kolaka Utara.
Kabupaten Bombana
Kabupaten Bombana mencatatkan pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp566.981 pada tahun 2024, meningkat 7.2% dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan mencapai Rp620.133, naik 19.4% dari tahun sebelumnya. Total pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan adalah Rp1.187.114. Pertumbuhan pengeluaran di Bombana menunjukkan peningkatan yang moderat, tetapi masih lebih rendah dibandingkan beberapa kabupaten lain di Sulawesi Tenggara.