Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Persentase Pekerja Setengah Menganggur di Provinsi Bengkulu pada tahun 2024 sebesar 10,05 persen. Data historis menunjukkan fluktuasi dalam sepuluh tahun terakhir. Pada tahun 2015, persentase tercatat 13,01 persen, kemudian menurun hingga 8,32 persen pada tahun 2019. Selanjutnya, terjadi kenaikan signifikan hingga 13,09 persen pada tahun 2021, sebelum akhirnya kembali menurun dan stabil di kisaran 8 hingga 11 persen dalam tiga tahun terakhir. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2020 yaitu sebesar 29,35 persen.
Jika dibandingkan dengan rata-rata lima tahun sebelumnya (2019-2023) yaitu 10,94 persen, persentase tahun 2024 sedikit lebih rendah. Namun, jika dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024) yaitu 9,46 persen, persentase tahun 2024 sedikit lebih tinggi. Secara ranking, Bengkulu berada di peringkat ke-9 secara nasional pada tahun 2024, dengan peringkat terbaik ke-5 pada tahun 2019. Penurunan terendah terjadi pada tahun 2022 turun 28.14 persen.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Pakpak Bharat Periode 2004 - 2024)
Di Pulau Sumatera, Bengkulu menempati peringkat ke-3 pada tahun 2024. Secara nasional, Bengkulu berada di peringkat ke-9. Kondisi ini menunjukkan bahwa persentase pekerja setengah menganggur di Bengkulu masih relatif tinggi dibandingkan dengan provinsi lain di Sumatera.
Kenaikan tertinggi Persentase Pekerja Setengah Menganggur di Bengkulu dalam 10 tahun terakhir terjadi pada tahun 2020 dengan pertumbuhan 29,35 persen. Sementara, penurunan terendah terjadi pada tahun 2022 turun 28.14 persen. Fluktuasi ini mengindikasikan adanya dinamika kompleks yang mempengaruhi pasar tenaga kerja di Bengkulu.
Anomali terjadi pada tahun 2020 dan 2021, di mana terjadi kenaikan dan penurunan yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun lainnya. Hal ini bisa jadi dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti pandemi COVID-19 yang berdampak pada sektor ekonomi dan lapangan kerja.
Sulawesi Barat
Sulawesi Barat menempati peringkat pertama di Pulau Sulawesi dengan persentase pekerja setengah menganggur sebesar 12,09 persen. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Pertumbuhan sebesar 16,03 persen menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam jumlah pekerja setengah menganggur dibandingkan tahun sebelumnya. Secara nasional, Sulawesi Barat menempati peringkat ke-6, mengindikasikan bahwa masalah setengah pengangguran cukup menonjol di provinsi ini.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi Kab. Tulang Bawang | 2024)
Sumatera Barat
Sumatera Barat berada di peringkat kedua di Pulau Sumatera dengan persentase pekerja setengah menganggur sebesar 11,11 persen. Pertumbuhan sebesar 13,25 persen menandakan adanya peningkatan jumlah pekerja setengah menganggur dibandingkan tahun sebelumnya. Secara nasional, Sumatera Barat berada di peringkat ke-7, menunjukkan bahwa permasalahan setengah pengangguran perlu menjadi perhatian di provinsi ini.
Papua Barat
Papua Barat menduduki peringkat kedua di Pulau Papua dengan persentase pekerja setengah menganggur sebesar 10,90 persen. Pertumbuhan yang signifikan sebesar 39,56 persen menunjukkan adanya lonjakan jumlah pekerja setengah menganggur dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan peringkat ke-8 secara nasional, Papua Barat menghadapi tantangan serius dalam mengatasi masalah setengah pengangguran.
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan menempati peringkat keempat di Pulau Sumatera dengan persentase pekerja setengah menganggur sebesar 9,83 persen. Pertumbuhan sebesar 16,19 persen menunjukkan peningkatan jumlah pekerja setengah menganggur dibandingkan tahun sebelumnya. Secara nasional, Sumatera Selatan berada di peringkat ke-10, mengindikasikan bahwa masalah setengah pengangguran perlu diperhatikan lebih lanjut di provinsi ini.
Lampung
Lampung berada di peringkat kelima di Pulau Sumatera dengan persentase pekerja setengah menganggur sebesar 9,63 persen. Pertumbuhan sebesar 13,16 persen menandakan adanya peningkatan jumlah pekerja setengah menganggur dibandingkan tahun sebelumnya. Secara nasional, Lampung menempati peringkat ke-11, menunjukkan bahwa permasalahan setengah pengangguran memerlukan penanganan yang lebih baik.
Maluku Utara
Maluku Utara menempati peringkat kedua di Pulau Maluku dengan persentase pekerja setengah menganggur sebesar 9,14 persen. Pertumbuhan yang cukup besar sebesar 24,86 persen menunjukkan adanya peningkatan jumlah pekerja setengah menganggur dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan peringkat ke-12 secara nasional, Maluku Utara menghadapi tantangan dalam mengurangi tingkat setengah pengangguran.