Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, mencatatkan pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi sebesar Rp135.548 per kapita per bulan pada tahun 2024. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas Badan Pusat Statistik (BPS). Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 10,7% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Tulang Bawang menempati urutan ke-13 dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Secara nasional, kabupaten ini berada di peringkat ke-405. Jika dilihat berdasarkan pulau Sumatera, Kabupaten Tulang Bawang menempati peringkat ke-134.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kalimantan Timur 2015 - 2024)
Secara historis, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Tulang Bawang cenderung fluktuatif. Sempat mengalami penurunan dari Rp125.719 pada 2018 menjadi Rp110.455 pada 2020, kemudian naik menjadi Rp130.376 pada 2022. Sempat sedikit turun di tahun 2023 menjadi Rp122.441, lalu kembali naik signifikan di tahun 2024.
Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Tulang Bawang tercatat sebesar Rp174.614. Angka ini menunjukkan bahwa proporsi pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi cukup signifikan. Selain itu, masyarakat juga mengalokasikan pengeluaran untuk kecantikan, perawatan, rokok dan tembakau, serta sabun mandi.
Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Lampung, Kota Metro mencatatkan pengeluaran tertinggi untuk makanan dan minuman jadi pada tahun 2024, yaitu sebesar Rp258.636 per kapita per bulan. Pertumbuhan di Kota Metro mencapai 17,5%. Sementara itu, Kabupaten Lampung Utara memiliki pengeluaran terendah, yaitu Rp111.641, dengan pertumbuhan 6,9%.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Kalimantan Timur 2018 - 2024)
Kota Bandar Lampung
Kota Bandar Lampung mencatatkan pengeluaran rata-rata per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp975.428 pada tahun 2024, mengalami pertumbuhan sebesar 6,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun menduduki peringkat pertama se-Provinsi Lampung dalam hal pengeluaran bukan makanan, pertumbuhan ini menunjukkan bahwa pengeluaran non-makanan di kota ini tetap stabil, meski tidak mengalami lonjakan signifikan seperti beberapa kabupaten lain. Angka ini mencerminkan kemampuan ekonomi masyarakat Bandar Lampung dalam memenuhi kebutuhan selain makanan.
Kota Metro
Kota Metro, dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp852.148 pada tahun 2024, menduduki peringkat kedua se-Provinsi Lampung. Pertumbuhan sebesar 0,8% dibandingkan tahun sebelumnya mengindikasikan stabilitas pengeluaran non-makanan di kota ini. Meskipun pertumbuhan relatif kecil, tingginya angka pengeluaran mencerminkan kemampuan masyarakat Metro dalam memenuhi kebutuhan di luar makanan, menunjukkan tingkat kesejahteraan yang cukup baik.
Kabupaten Pesisir Barat
Kabupaten Pesisir Barat menunjukkan pertumbuhan yang sangat mencolok dalam pengeluaran rata-rata per kapita sebulan bukan makanan, mencapai 46,2% hingga mencapai Rp614.720. Pertumbuhan tertinggi ini menjadikan Pesisir Barat menduduki peringkat ketiga se-Provinsi Lampung. Peningkatan signifikan ini mengindikasikan perubahan besar dalam pola konsumsi masyarakat, dengan alokasi yang lebih besar untuk kebutuhan non-makanan.
Kabupaten Mesuji
Kabupaten Mesuji mencatatkan pengeluaran rata-rata per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp551.555 pada tahun 2024, menduduki peringkat keempat se-Provinsi Lampung. Pertumbuhan sebesar 6,5% menunjukkan peningkatan pengeluaran non-makanan yang cukup stabil. Angka ini mencerminkan adanya perbaikan dalam kemampuan ekonomi masyarakat Mesuji untuk memenuhi kebutuhan selain makanan.