Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk rokok dan tembakau di kabupaten tolikara pada tahun 2023 mencapai 92378 rupiah, mengalami peningkatan sedikit sebesar 1,3 persen dibandingkan tahun 2022. angka ini merupakan bagian dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa sebesar 277747 rupiah di wilayah tersebut.
Data historis dari tahun 2018 hingga 2023 menunjukkan fluktuasi yang jelas pada pengeluaran rokok dan tembakau di kabupaten tolikara. pada tahun 2018, pengeluaran sebesar 52008 rupiah, kemudian naik sebesar 64 persen menjadi 85288 rupiah pada tahun 2019. tahun 2020 mencatat pengeluaran tertinggi sebesar 104234 rupiah, sebelum mengalami penurunan drastis sebesar 49,3 persen menjadi 52881 rupiah pada tahun 2021. tahun 2022 melihat kenaikan kembali sebesar 72,5 persen menjadi 91226 rupiah, sebelum naik sedikit pada tahun 2023.
(Baca: Harga Gula Pasir Lokal di Pasar Modern Periode Februari 2025-2026)
pengeluaran rokok dan tembakau di kabupaten tolikara lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk kecantikan (11635 rupiah) dan makanan jadi (55653 rupiah), namun lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk sabun mandi (77214 rupiah) dan perawatan (74389 rupiah). rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk semua barang dan jasa di wilayah tersebut mencapai 1580266 rupiah pada tahun 2023, mengalami kenaikan sebesar 15,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
berdasarkan data perbandingan, kabupaten tolikara menempati peringkat ke-6 di provinsi papua pegunungan untuk pengeluaran rokok dan tembakau pada tahun 2023. lima kabupaten dengan pengeluaran rokok dan tembakau tertinggi di provinsi adalah kabupaten lanny jaya (171072 rupiah, penurunan sedikit 2,7 persen), kabupaten yalimo (166056 rupiah, kenaikan 82,3 persen), kabupaten jayawijaya (117053 rupiah, penurunan 21,3 persen), kabupaten yahukimo (114433 rupiah, kenaikan 42,8 persen), dan kabupaten pegunungan bintang (97678 rupiah, kenaikan 4,9 persen). peringkat kabupaten tolikara tetap sama dengan tahun sebelumnya karena peningkatan pengeluarannya hanya sedikit.
Kabupaten Tolikara: Pengeluaran Makanan dan Non-Makanan
pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di kabupaten tolikara pada tahun 2023 mencapai 1129888 rupiah, mengalami kenaikan sebesar 10 persen dibandingkan tahun 2022 dan menempati peringkat ke-1 di provinsi papua pegunungan. sementara itu, pengeluaran per kapita sebulan untuk non-makanan mencapai 450378 rupiah, naik sebesar 30,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan juga menempati peringkat ke-1 di provinsi. peningkatan kedua kategori ini mendorong total pengeluaran per kapita sebulan menjadi 1580266 rupiah, yang naik 15,2 persen dari tahun 2022.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Pesisir Selatan | 2024)
Kabupaten Yalimo: Pertumbuhan Pengeluaran Tercepat di Provinsi
kabupaten yalimo mencatat pertumbuhan pengeluaran per kapita sebulan tertinggi di provinsi papua pegunungan pada tahun 2023, sebesar 97 persen menjadi 3433984 rupiah dari tahun 2022. pertumbuhan ini didukung oleh kenaikan yang signifikan pada pengeluaran rokok dan tembakau, yang naik 82,3 persen menjadi 166056 rupiah dan menempati peringkat ke-2 di provinsi. total pengeluaran ini membuat kabupaten yalimo menempati peringkat ke-1 di provinsi untuk kategori pengeluaran total makanan dan non-makanan.
Kabupaten Lanny Jaya: Pengeluaran Rokok Tertinggi Meski Menurun
meskipun total pengeluaran per kapita sebulan di kabupaten lanny jaya mengalami penurunan sedikit sebesar 3,6 persen menjadi 2183548 rupiah pada tahun 2023, wilayah ini tetap memiliki pengeluaran rokok dan tembakau tertinggi di provinsi sebesar 171072 rupiah. pengeluaran rokok dan tembakau ini mengalami penurunan sedikit sebesar 2,7 persen dari tahun 2022. total pengeluaran per kapita sebulan di wilayah ini menempati peringkat ke-3 di provinsi papua pegunungan.
Kabupaten Yahukimo: Pertumbuhan Pengeluaran Rokok yang Signifikan
kabupaten yahukimo mengalami pertumbuhan total pengeluaran per kapita sebulan sebesar 50,1 persen menjadi 1554357 rupiah pada tahun 2023, menempati peringkat ke-8 di provinsi. pengeluaran rokok dan tembakau di wilayah ini juga naik signifikan sebesar 42,8 persen menjadi 114433 rupiah, menempati peringkat ke-4 di provinsi. peningkatan ini menunjukkan peningkatan daya beli masyarakat di kabupaten yahukimo pada tahun 2023.