Penggunaan Batu Bara untuk Pembangkitan Listrik Tenaga Hibrida di Indonesia Masih Dominan, Tertinggi ke-4 di G20

Energi
1
Vika Azkiya Dihni 13/12/2021 13:50 WIB
Pembangkitan Listrik Tenaga Hibrida Negara G20 (2020)
katadata logo databoks logo
  • A Font Kecil
  • A Font Sedang
  • A Font Besar

Indonesia cenderung tertinggal dalam hal transisi meninggalkan penggunaan batu bara untuk listrik. Mengutip Ember Climate, pembangkitan listrik tenaga hibrida Indonesia masih didominasi oleh batu bara, yakni sekitar 60% dari listrik yang dihasilkan.

Angka tersebut menempatkan Indonesia di peringkat keempat sebagai pemilik sektor pembangkit listrik paling padat batu bara di antara negara-negara G20. Sementara, sebanyak 23% merupakan pembangkit listrik minyak dan gas serta 17% lainnya merupakan energi hidro, bioenergi, dan energi terbarukan lainnya.

Posisi Indonesia diapit oleh Tiongkok dan Australia. Pembangkitan listrik tenaga hibrida di dua negara tersebut di dominasi oleh batu bara dengan persentase masing-masing 61% dan 54%.

Afrika Selatan menempati posisi pertama dengan pembangkitan listrik tenaga hibrida yang di dominasi oleh batu bara, yakni 86%. Kemudian, diposisi kedua ada India sebesar 71%.

Selanjutnya, di Korea selatan pembangkitan listrik tenaga hibrida batu bara sebesar 36%. Kemudian Turki menyusul dengan persentase 34%.

(Baca: Pembangkitan Listrik Tenaga Batu Bara Indonesia Naik 44%, Tertinggi di Antara Negara G20)

Editor : Annissa Mutia
Data Populer
Lihat Semua
instagram
Databoks Indonesia (@databoks.id)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari Katadata Indonesia.
twitter
Databoks Indonesia (@databoksid)
Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari @katadatacoid.