Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pekerja di sektor transportasi dan pergudangan di Kalimantan Selatan pada tahun 2024 sebanyak 46.115 pekerja. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 14.47% dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 53.914 pekerja. Penurunan ini cukup signifikan setelah mengalami pertumbuhan positif di tahun sebelumnya. Secara historis, jumlah pekerja di sektor ini mengalami fluktuasi selama 10 tahun terakhir.
Rata-rata jumlah pekerja dalam tiga tahun terakhir (2022-2024) adalah 49.224 pekerja. Dibandingkan rata-rata ini, jumlah pekerja tahun 2024 sedikit lebih rendah. Namun, jika dibandingkan dengan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) yaitu 49.356 pekerja, penurunan tahun 2024 masih dalam batas yang wajar. Pertumbuhan tertinggi dalam 5 tahun terakhir terjadi pada tahun 2023 dengan kenaikan 13.13%, sedangkan penurunan terendah terjadi pada tahun 2024.
(Baca: Nilai Investasi PMD Sektor Industri Kimia dan Farmasi Periode 2013-2023)
Secara ranking di Pulau Kalimantan, Kalimantan Selatan berada di peringkat ke-3 pada tahun 2024. Urutan ini sama dengan tahun sebelumnya. Jika dilihat secara nasional, Kalimantan Selatan berada di peringkat ke-15. Kenaikan tertinggi jumlah pekerja transportasi dan pergudangan di Kalimantan Selatan terjadi pada tahun 2017 dengan pertumbuhan 96.82%. Penurunan terdalam terjadi pada tahun 2018 yaitu sebesar 21.6%.
Anomali terlihat pada tahun 2018 dan 2024 dimana terjadi penurunan yang cukup besar setelah beberapa tahun mengalami kenaikan. Hal ini menunjukkan bahwa sektor transportasi dan pergudangan di Kalimantan Selatan rentan terhadap faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi permintaan tenaga kerja.
Berdasarkan data, jumlah pekerja di sektor ini cenderung fluktuatif. Tahun 2024 terjadi penurunan, namun secara keseluruhan, sektor ini masih memiliki potensi untuk berkembang di Kalimantan Selatan. Untuk mengantisipasi fluktuasi, pemerintah daerah perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas dan meningkatkan daya saing sektor transportasi dan pergudangan.
Kalimantan Timur
Kalimantan Timur mencatatkan jumlah pekerja di sektor ini sebesar 39.277 orang dan menempati peringkat ke-6 di Pulau Kalimantan. Meskipun demikian, terjadi pertumbuhan yang cukup signifikan yaitu 53.07%. Ini menunjukkan bahwa sektor transportasi dan pergudangan di Kalimantan Timur mengalami perkembangan pesat dibandingkan daerah lain di Kalimantan. Secara nasional, Kalimantan Timur menempati urutan ke-18. Terlihat ada potensi pertumbuhan yang sangat baik di sektor ini dengan perkembangan yang sangat dinamis dibandingkan wilayah lainnya.
(Baca: Populasi Sapi Potong Jantan yang Bisa Dipotong Periode 2013-2024)
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan menempati urutan ke-4 di Pulau Sumatera dengan jumlah pekerja sebanyak 40.437 orang. Namun, terjadi penurunan yang cukup tajam yaitu -41.43%. Kondisi ini menempatkan Sumatera Selatan di urutan ke-17 secara nasional. Penurunan ini bisa menjadi perhatian khusus bagi pemerintah daerah untuk mencari tahu penyebabnya dan mengambil langkah-langkah perbaikan agar sektor ini kembali bergairah. Penurunannya sangat dalam, sehingga perlu dilakukan evaluasi kinerja.
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur mencatatkan jumlah pekerja di sektor ini sebanyak 42.605 orang dan berada di urutan ke-3 di wilayah Nusa Tenggara dan Bali. Wilayah ini mengalami pertumbuhan yang sangat baik dengan nilai 40.13%. Ini menempatkan Nusa Tenggara Timur pada peringkat ke-16 secara nasional. Dengan pertumbuhan yang sangat positif, Nusa Tenggara Timur menunjukkan potensi besar di sektor transportasi dan pergudangan. Peningkatan kinerja ini layak diapresiasi.
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Barat memiliki jumlah pekerja sebanyak 46.359 orang dan berada di urutan ke-2 di wilayah Nusa Tenggara dan Bali. Walaupun demikian, terjadi pertumbuhan sebesar 17.07%. Secara nasional, Nusa Tenggara Barat menempati urutan ke-14. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa sektor ini masih cukup prospektif di Nusa Tenggara Barat, walaupun tidak sebesar wilayah tetangganya, Nusa Tenggara Timur. Perlu upaya lebih keras untuk mengoptimalkan potensi wilayah.
Riau
Riau mencatatkan jumlah pekerja di sektor ini sebanyak 49.634 orang dan menempati urutan ke-4 di Pulau Sumatera. Riau mengalami penurunan pertumbuhan dengan nilai -3.48%. Secara nasional, Riau berada di peringkat ke-13. Kondisi ini menunjukkan perlunya evaluasi agar sektor ini dapat kembali tumbuh positif dan berkontribusi lebih besar bagi perekonomian Riau. Penurunan ini perlu dianalisis lebih lanjut agar tidak berlanjut.
DI Yogyakarta
DI Yogyakarta memiliki jumlah pekerja sebanyak 50.803 orang dan berada di urutan ke-2 di Pulau Jawa. DI Yogyakarta mengalami penurunan pertumbuhan dengan nilai -20.17%. Secara nasional, DI Yogyakarta menempati urutan ke-12. Sebagai daerah dengan sektor pariwisata yang kuat, penurunan ini bisa menjadi indikasi adanya perubahan tren atau faktor lain yang perlu diinvestigasi lebih lanjut. Penurunan ini harus menjadi perhatian serius.