Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menghimpun data produksi telur itik/itik manila di seluruh provinsi Indonesia. Dari hasil pendataan, berikut ini adalah 10 provinsi yang paling banyak mendapatkan poin menghasilkan produksi telur itik/itik manila di tanah air.
(Baca: Produksi Telur Itik/Itik Manila Periode 2013-2025)
DI Yogyakarta berada di urutan pertama. Di provinsi ini, Kementerian Pertanian - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan mencatat jumlah produksi telur itik/itik manila sebanyak 2.805,23 ton. Perkembangan data tahunan di wilayah ini turun 2,39% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menyusul di urutan berikutnya adalah Sulawesi Tenggara. Periode yang sama tahun sebelumnya produksi telur itik/itik manila di provinsi ini tercatat 2.134,88 ton.
Selanjutnya, produksi telur itik/itik manila di Riau naik 2,9% menjadi 1.601,69 ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, produksi telur itik/itik manila di Kalimantan Tengah turun 3,83% menjadi 1.467,13 ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dan Sulawesi Tengah dengan produksi telur itik/itik manila 1441.8 ton (naik 5,64%)
(Baca: Data 2025: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Sorong Selatan Rp.42,83 Juta)
Berikut ini adalah daftar sepuluh provinsi dengan produksi telur itik/itik manila jumlah tertinggi:
- DI Yogyakarta 2.805,23 ton
- Sulawesi Tenggara 2.239,97 ton
- Riau 1.601,69 ton
- Kalimantan Tengah 1.467,13 ton
- Sulawesi Tengah 1441.8 ton
- Bali 1.150,14 ton
- Kalimantan Timur 1.057,87 ton
- Sulawesi Utara 897.96 ton
- Nusa Tenggara Timur 840.61 ton
- Sulawesi Barat 799.28 ton